Kenapa Tempe Disebut Superfood? Ternyata Bukan Sekadar Lauk Murah

Dianggap makanan sederhana, tempe justru dipuji dunia karena kaya protein, hasil fermentasi, dan manfaat kesehatan.

Akun Instagram @idntimes

Di meja makan masyarakat Indonesia, tempe sering dianggap makanan biasa murah, mudah ditemukan, dan hampir selalu hadir sebagai lauk pendamping.

Namun siapa sangka, makanan sederhana ini kini mendapat perhatian global dan bahkan sering disebut sebagai superfood atau makanan super dan kenapa tempe disebut superfood?

Jawabannya terletak pada kombinasi unik antara kandungan gizi tinggi dan proses fermentasi yang membuat manfaatnya berbeda dibanding kedelai biasa.

Tempe merupakan produk fermentasi kedelai menggunakan jamur Rhizopus spp. yang telah dikonsumsi masyarakat Indonesia selama ratusan tahun, khususnya di Jawa.

Proses fermentasi inilah yang menjadi “rahasia” utama di balik reputasi tempe sebagai pangan unggulan dan berbeda dengan kedelai biasa, fermentasi pada tempe membantu memecah senyawa kompleks menjadi bentuk yang lebih mudah diserap tubuh.

Protein menjadi lebih mudah dicerna, sementara beberapa zat antinutrisi seperti asam fitat yang bisa menghambat penyerapan mineral ikut berkurang.

Hasilnya, nutrisi pada tempe menjadi lebih mudah dimanfaatkan tubuh dibanding produk kedelai nonfermentasi.dan tempe kaya nutrisi penting.

Tempe dikenal sebagai sumber protein nabati tinggi, serat, mineral, dan berbagai senyawa bioaktif seperti isoflavon yang memiliki sifat antioksidan.

Penelitian juga menunjukkan konsumsi tempe dikaitkan dengan manfaat kesehatan seperti mendukung kesehatan jantung, metabolisme tubuh, hingga membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus.

Yang membuat tempe semakin menarik adalah statusnya sebagai functional food atau pangan fungsional makanan yang tidak hanya mengenyangkan tetapi juga memiliki manfaat kesehatan tambahan.

Dalam kajian ilmiah tentang tempe, makanan khas Indonesia ini bahkan disebut sebagai pangan yang mengandung berbagai senyawa bioaktif hasil fermentasi yang berpotensi memberi efek positif bagi tubuh sehingga disebut superfood

Selain sehat, tempe juga dinilai ramah lingkungan dan dibanding protein hewani seperti daging sapi, tempe memiliki jejak karbon lebih rendah dan lebih efisien sebagai sumber protein.

Faktor ini membuat popularitas tempe meningkat di berbagai negara, terutama di tengah tren pola makan sehat dan berbasis nabati (plant-based food) dan menariknya lagi, makanan yang dulu kerap dipandang sebagai lauk rakyat kini mulai mendapat pengakuan global.

Sejumlah akademisi dan komunitas pangan bahkan mendorong budaya tempe sebagai bagian warisan budaya dunia karena nilai gizi, sejarah, serta kearifan lokal yang dimilikinya.

Jadi, jika masih bertanya kenapa tempe disebut superfood, jawabannya bukan karena tren atau label pemasaran semata saja.

Tempe disebut superfood karena kaya protein, hasil fermentasinya meningkatkan kualitas gizi, mengandung senyawa baik untuk tubuh, mudah diolah, murah, dan telah menjadi salah satu contoh pangan lokal Indonesia yang berhasil menarik perhatian dunia. (EN)***