Pemerintah Klaim Stok Pangan Aman 324 Hari, Benarkah Indonesia Tak Perlu Khawatir?

Cadangan pangan disebut cukup hingga hampir 11 bulan, tetapi bagaimana kondisi sebenarnya di lapangan?

Pexels/Marco Carmona

Pemerintah mengklaim kondisi pangan nasional saat ini berada dalam posisi aman dan menteri pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menyebut stok pangan Indonesia diperkirakan cukup hingga 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan.

Pernyataan ini disampaikan di tengah kekhawatiran masyarakat soal gejolak pangan global, perubahan cuaca, hingga ancaman gangguan pasokan akibat konflik geopolitik dunia.

Menurut data pemerintah, salah satu penopang utama keyakinan tersebut berasal dari produksi beras nasional yang diklaim mencapai sekitar 5,7 juta ton per bulan, sementara konsumsi masyarakat diperkirakan berada di kisaran 2,5–2,6 juta ton per bulan.

Dengan angka tersebut, pemerintah menyebut stok nasional masih berada pada posisi aman dan bahkan mengalami surplus dibanding kebutuhan domestik.

Selain produksi, pemerintah juga menyoroti peningkatan stok cadangan beras pemerintah yang dikelola oleh Perum Bulog.

Pada Maret 2026, cadangan disebut telah melampaui 4 juta ton dan diperkirakan mendekati 5 juta ton, menjadikannya salah satu angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah meyakini kondisi ini akan membantu menjaga stabilitas harga sekaligus mengantisipasi potensi krisis pasokan.

Meski demikian, di lapangan sebagian masyarakat masih mempertanyakan mengapa harga beras di sejumlah daerah tetap terasa tinggi jika stok diklaim melimpah.

Pengamat pangan menilai ketahanan pangan tidak hanya soal produksi, tetapi juga distribusi dan akses pasar tetapi pasokan yang besar tidak otomatis membuat harga turun apabila logistik dan distribusi masih menghadapi hambatan.

Pemerintah sendiri meminta masyarakat tidak khawatir dan menurut Kementerian Pertanian, panen raya di berbagai wilayah sepanjang awal 2026 membantu menjaga pasokan tetap stabil, termasuk menjelang hari besar nasional dan keagamaan.

Program peningkatan irigasi, pompanisasi, serta penyerapan hasil panen petani juga disebut menjadi faktor pendukung membaiknya kondisi pangan nasional.

Dengan klaim stok aman hingga 324 hari, pemerintah ingin menunjukkan bahwa Indonesia berada dalam kondisi lebih siap dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Namun bagi masyarakat, ukuran keberhasilan ketahanan pangan kemungkinan tetap sederhana: apakah harga bahan pokok tetap stabil dan mudah dijangkau di pasar sehari-hari. (EN)***