Harga daging Jawa Timur masih mengalami fluktuasi pada April 2026, perubahan harga daging ayam dan sapi dipengaruhi oleh kondisi pasokan serta meningkatnya permintaan masyarakat.
Berdasarkan data terbaru per 15 April 2026, harga daging sapi tercatat sekitar Rp122.566 per kilogram, sementara daging ayam ras berada di kisaran Rp35.001 per kilogram.
Harga ini menunjukkan adanya penurunan tipis dibandingkan periode sebelumnya, fluktuasi harga ini bukan fenomena baru, melainkan pola yang umum terjadi dalam sektor peternakan.
Dalam beberapa minggu terakhir, harga daging ayam dan sapi mengalami naik-turun yang relatif kecil, dipengaruhi oleh keseimbangan antara permintaan dan pasokan.
Bahkan, pada awal April 2026, harga daging sapi di beberapa pasar tradisional Surabaya sempat menyentuh Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram, sementara harga ayam berada di kisaran Rp37.000 hingga Rp38.000 per kilogram.
Sementara itu, data dari sistem informasi harga pangan menunjukkan bahwa harga daging ayam di Jawa Timur dalam tiga bulan terakhir cenderung mengalami penurunan sekitar 5,6 persen.
Rata-rata harga ayam berada di kisaran Rp35.000 hingga Rp37.500 per kilogram, yang menunjukkan adanya penyesuaian pasar setelah periode permintaan tinggi, seperti saat hari besar keagamaan.
Di sisi lain, harga daging sapi justru menunjukkan kecenderungan stabil hingga sedikit meningkat dalam jangka waktu tertentu.
Secara nasional, rata-rata harga daging sapi di pasar modern bahkan mencapai Rp173.940 per kilogram pada April 2026, yang menandakan tekanan harga masih terjadi di beberapa wilayah.
Perubahan harga ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti biaya produksi pakan ternak, distribusi logistik, hingga kondisi cuaca yang berdampak pada produksi.
Selain itu, peningkatan permintaan masyarakat, terutama pasca hari besar seperti Lebaran, juga turut memengaruhi dinamika harga di pasar.
Meskipun terjadi fluktuasi, pemerintah memastikan bahwa kondisi pasokan daging di Jawa Timur masih dalam kategori aman.
Pemantauan harga terus dilakukan melalui sistem informasi pangan daerah serta pengawasan langsung di pasar tradisional dan modern.
Langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat, bagi para peternak, kondisi fluktuatif ini memberikan dampak yang beragam.
Di satu sisi, kenaikan harga pada periode tertentu memberikan peluang peningkatan keuntungan. Namun di sisi lain, turunnya harga juga menjadi tantangan, terutama ketika biaya produksi tetap tinggi.
Oleh karena itu, kestabilan harga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha peternakan, dengan kondisi harga yang masih fluktuatif, sektor peternakan di Jawa Timur tetap menunjukkan ketahanan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ke depan, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan peternak menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan di tengah dinamika pasar yang terus berubah. (EN)***
























Leave a Reply