Peluncuran Bandung Calendar of Event 2026 menjadi tonggak baru bagi Pemerintah Kota Bandung dalam memperkuat sektor pariwisata sekaligus menghidupkan ekosistem industri kreatif.
Acara yang berlangsung di Bandung Creative Hub ini menandai komitmen kuat Pemkot Bandung untuk menghadirkan rangkaian kegiatan wisata yang lebih terstruktur, menarik, dan memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat di tahun mendatang.
Kehadiran Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa strategi pengembangan event kini diarahkan untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih kaya bagi pengunjung.
Farhan menyampaikan bahwa Bandung telah dikenal sebagai kota dengan aktivitas budaya dan hiburan yang sangat dinamis.
Tantangan terbesarnya adalah menjaga keberlanjutan setiap event, meningkatkan kualitas penyelenggaraan, serta memastikan infrastruktur kota mampu mendukung ribuan pengunjung.
Ia menambahkan bahwa berbagai kebijakan tengah dipersiapkan, mulai dari stimulus berupa keringanan pajak tontonan hingga rencana pembangunan gedung kesenian berskala besar yang dapat menjadi ruang ekspresi bagi pelaku seni dan kreator lokal.
Aspek keberlanjutan juga menjadi perhatian penting.
Setiap penyelenggara diwajibkan menyiapkan rencana pengelolaan sampah secara rinci demi mendukung pariwisata yang ramah lingkungan. Melalui Bandung Calendar of Event 2026, pemerintah mengusung slogan “Experience Bandung Better – Make Bandung Better” sebagai gagasan utama untuk memaksimalkan pengalaman wisatawan melalui event-event unggulan.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung mencatat sepanjang 2025 terdapat lebih dari 113 event besar yang telah diselenggarakan.
Semuanya menjalani proses kurasi ketat sebelum ditetapkan sebagai bagian dari jajaran event unggulan 2026.
Kepala Disbudpar, Adi Junjunan, menyebut bahwa tingginya produktivitas penyelenggaraan event berdampak langsung pada peningkatan kunjungan wisatawan.
Tahun ini saja kunjungan mencapai sekitar 9 juta pengunjung, memperkuat citra Bandung sebagai kota tujuan wisata utama di Indonesia.
Dari ratusan kegiatan tersebut, muncul 10 event unggulan yang masuk ke dalam Top 10 Calendar of Event Bandung 2026.
Daftar tersebut mencakup Asia Africa Festival, Bandung Arts Festival, Bandung Orchestra Festival, Angklung Pride, Bandung Art Month, Papandayan Jazz Festival, Tau Tau Festival, Now Playing Festival, Festival Baso Juara, serta Be On Fest.
Setiap event membawa karakteristik unik dan diproyeksikan mampu menarik wisatawan domestik hingga mancanegara.
Menurut Adi, beberapa event besar, termasuk Asia Africa Festival yang hampir menembus angka setengah juta pengunjung, membuktikan bahwa Bandung memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan.
Dengan kolaborasi lintas sektor, penyusunan kalender event 2026 diharapkan menjadi panduan strategis bagi kreator dan penyelenggara untuk menghadirkan program yang semakin inovatif.
Peluncuran Calendar of Event 2026 menjadi langkah besar yang menunjukkan kesiapan Bandung untuk menatap tahun depan dengan optimisme.
Dengan penguatan infrastruktur, event yang lebih berkualitas, serta strategi promosi yang tepat, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kota ini diprediksi terus berkembang dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. (FIR)***
























Leave a Reply