Fakta Mengejutkan Mengapa Mata Mendadak Berkunang-Kunang Saat Berdiri Terlalu Cepat Terungkap Jelas

Cari tahu penyebab mata berkunang-kunang saat berdiri cepat dan bagaimana tubuh menyesuaikan tekanan darah secara tiba-tiba.

Pexels/Andrea Piacquadio

Pernahkah Anda merasa pandangan tiba-tiba menggelap atau berkunang-kunang saat bangun dari posisi duduk atau berbaring?

Fenomena ini mungkin terasa menakutkan, tetapi sebenarnya cukup umum dan memiliki penjelasan ilmiah yang menarik.

Kondisi ini dikenal sebagai orthostatic hypotension, yaitu penurunan tekanan darah secara mendadak ketika tubuh bergerak ke posisi berdiri dengan cepat.

Ketika seseorang berdiri, tubuh harus menyesuaikan aliran darah agar tetap stabil.

Pada posisi duduk atau berbaring, darah lebih mudah mengalir ke seluruh tubuh.

Namun, begitu Anda berdiri, gaya gravitasi membuat darah tertarik ke bagian bawah tubuh, terutama kaki.

Untuk mengatasi hal ini, sistem sirkulasi bekerja cepat dengan mempersempit pembuluh darah dan meningkatkan detak jantung agar aliran darah menuju otak tetap terjaga.

Jika respons ini terlambat atau kurang efektif, otak mengalami kekurangan aliran darah sesaat, sehingga pandangan menjadi kabur, berkunang-kunang, atau terasa gelap beberapa detik.

Selain perubahan posisi yang cepat, kondisi tubuh juga memengaruhi seberapa sering fenomena ini terjadi.

Dehidrasi, misalnya, membuat volume darah dalam tubuh menurun sehingga tekanan darah lebih mudah anjlok.

Begitu pula ketika tubuh kekurangan nutrisi tertentu, seperti zat besi, yang berperan dalam membawa oksigen.

Ketika oksigen ke otak berkurang, gejala seperti pusing, pandangan berbayang, atau kunang-kunang akan lebih mudah muncul.

Kurang tidur dan kelelahan fisik juga bisa memperparah kondisi ini.

Saat tubuh tidak mendapat istirahat cukup, sistem saraf otonom yang mengatur tekanan darah bekerja kurang optimal.

Akibatnya, transisi dari duduk ke berdiri menjadi lebih berat bagi tubuh, dan mata pun dapat merespons dengan penglihatan yang berputar atau menggelap sesaat.

Selain itu, berdiri terlalu lama dalam posisi statis pun dapat memicu gejala serupa karena darah menumpuk di bagian bawah tubuh.

Beberapa orang mengalami kunang-kunang karena konsumsi obat tertentu, terutama obat yang memengaruhi tekanan darah atau sistem saraf.

Jika gejala muncul terlalu sering dan mengganggu aktivitas, memeriksakan diri ke tenaga medis sangat dianjurkan untuk memastikan tidak ada kondisi dasar yang perlu ditangani.

Meski begitu, pada sebagian besar kasus, gejala ini bersifat sementara dan hilang dalam beberapa detik.

Untuk mengurangi risiko berkunang-kunang, biasakan bangun secara perlahan, beri tubuh waktu untuk menyesuaikan aliran darah.

Minum air yang cukup juga sangat penting untuk menjaga stabilitas tekanan darah.

Mengonsumsi makanan bernutrisi, beristirahat cukup, serta menghindari berdiri tiba-tiba dapat membantu meminimalkan gejala.

Jika Anda sering mengalami kondisi ini, perhatikan pola hidup harian yang mungkin menjadi pemicunya.

Fenomena berkunang-kunang saat berdiri cepat bukan tanda bahaya serius dalam banyak kasus.

Namun, memahami penyebabnya dapat membantu Anda menjaga kesehatan dan mencegah keluhan serupa muncul kembali.

Tubuh sebenarnya sedang memberikan sinyal bahwa ia membutuhkan transisi yang lebih lembut agar aliran darah ke otak tetap optimal. (FIR)***