Diduga Curi Ayam hingga Tewas Dimassa, Tangis Anak Korban di Tabanan Pecah di Rumah Duka

Terduga pencuri ayam di Tabanan tewas dikeroyok warga. Tangis histeris anak bungsu korban di rumah duka viral dan kades ingatkan jalur hukum.

Jasad / Mayat
Foto by Marcela

Peristiwa tragis menimpa seorang pria berinisial KD di Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Pria tersebut tewas setelah diamuk massa akibat diduga tepergok hendak mencuri ayam aduan. Sepeda motor milik korban juga hangus terbakar setelah dibakar oleh warga setempat.

Suasana duka menyelimuti rumah duka di Buleleng saat jenazah korban diserahterimakan kepada keluarga. Tangis histeris pecah terutama dari putri bungsu almarhum yang baru duduk di kelas SD. Momen pilu sang anak yang memanggil ayahnya di tengah kerumunan viral di medsos.

Kepala Desa Sidatapa, I Made Sutama, membenarkan duka mendalam yang dirasakan oleh keluarga almarhum. Korban meninggalkan seorang istri serta tiga anak yang dua di antaranya masih menempuh pendidikan. Pihak desa setempat mendampingi penjemputan jasad hingga sampai di rumah duka dengan selamat.

Sutama sangat menyayangkan aksi main hakim sendiri yang menyebabkan warganya kehilangan nyawa secara mengenaskan. Beliau menegaskan bahwa dugaan pelanggaran hukum seharusnya dilaporkan dan diproses melalui jalur kepolisian. Tindakan pengeroyokan massal hingga menewaskan orang merupakan pelanggaran yang tidak dapat dibenarkan hukum.

Meski diliputi rasa duka, pihak keluarga almarhum dilaporkan telah mengikhlaskan kepergian korban sebagai musibah. Namun demikian, penanganan kasus pengeroyokan ini diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Peristiwa ini diharapkan menjadi pelajaran agar masyarakat tidak bertindak di luar batas aturan.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa pengeroyokan dipicu oleh kekesalan warga atas maraknya pencurian ayam. Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa saksi untuk pengusutan tuntas. Proses hukum atas pengeroyokan hingga tewas tersebut kini masih terus berjalan secara intensif.