Daging Sapi vs Kambing, Mana yang Lebih Tinggi Kolesterol? Banyak Orang Ternyata Salah Paham

Daging kambing sering dituduh jadi penyebab kolesterol tinggi, tetapi data justru menunjukkan fakta berbeda.

Akun Instagram @idntimes

Ketika membahas makanan berkolesterol tinggi, banyak orang langsung menunjuk daging kambing sebagai tersangka utama.

Tidak sedikit pula yang sengaja memilih daging sapi saat Idul Adha karena dianggap lebih aman bagi kolesterol. Namun, apakah anggapan tersebut benar?

Jika melihat data kandungan gizi, jawabannya justru cukup mengejutkan: dalam banyak perbandingan, daging sapi memiliki kadar kolesterol dan lemak lebih tinggi dibanding daging kambing.

Berdasarkan data gizi yang merujuk pada standar nutrisi dari lembaga seperti United States Department of Agriculture (USDA), dalam sekitar 85 gram daging kambing terkandung sekitar 64 mg kolesterol, 2,6 gram lemak, dan 122 kalori.

Sementara pada jumlah yang sama, daging sapi mengandung sekitar 73,1 mg kolesterol, 7,9 gram lemak, dan 179 kalori.

Dengan kata lain, daging sapi pada porsi serupa memiliki kandungan kolesterol dan lemak lebih tinggi dibanding daging kambing.

Lalu kenapa daging kambing sering dianggap lebih jahat untuk kolesterol? Salah satu alasannya berasal dari persepsi masyarakat dan sensasi tubuh setelah makan.

Daging kambing sering dikaitkan dengan rasa panas di badan atau tekanan darah naik setelah menyantap sate atau gulai.

Padahal, dokter menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak otomatis langsung berarti kolesterol meningkat secara mendadak.

Cara memasak justru punya pengaruh besar terhadap dampaknya bagi kesehatan seperti gulai bersantan, sate dengan lemak (gajih) berlebih, atau olahan tinggi minyak dapat meningkatkan asupan lemak jenuh secara signifikan.

Meski demikian, bukan berarti daging kambing bebas risiko melainkan daging kambing tetap mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang perlu dibatasi, terutama bagi orang dengan riwayat kolesterol tinggi atau penyakit jantung.

Konsumsi berlebihan baik daging sapi maupun kambing tetap dapat meningkatkan risiko kesehatan jika tidak diimbangi pola makan sehat.

Selain lebih rendah lemak, daging kambing juga diketahui mengandung zat besi cukup tinggi dan protein yang baik bagi tubuh.

Karena itu, beberapa sumber kesehatan menyebut daging kambing dapat menjadi alternatif protein hewani yang relatif lebih ringan dibanding daging merah lain, selama diolah dengan cara sehat.

Jadi, jika masih bertanya soal daging sapi vs kambing kolesterol, jawabannya cukup jelas: daging sapi umumnya memiliki kolesterol dan lemak lebih tinggi dibanding daging kambing pada porsi yang sama.

Namun, faktor yang sering lebih menentukan adalah jumlah konsumsi dan cara memasaknya dengan daging tanpa banyak lemak, tidak berlebihan santan, serta dikonsumsi secukupnya tetap menjadi pilihan yang lebih aman bagi tubuh. (EN)***