Perjalanan Timnas Australia di Piala Dunia 2026 memang harus berakhir lebih cepat setelah kalah dramatis dari Mesir melalui adu penalti. Namun, pelatih Tony Popovic menegaskan bahwa kegagalan tersebut bukan akhir dari perjalanan Socceroos. Sebaliknya, ia ingin menjadikan pengalaman ini sebagai fondasi untuk membawa Australia masuk ke jajaran tim elite sepak bola dunia.
Australia harus mengubur mimpi melaju ke babak berikutnya setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit sebelum akhirnya kalah 2-4 dalam adu penalti. Kekalahan itu menjadi kali ketiga Socceroos gagal meraih kemenangan di fase gugur Piala Dunia, setelah sebelumnya tersingkir oleh Italia pada 2006 dan Argentina pada edisi 2022.
Usai pertandingan, Popovic mengungkapkan rasa kecewanya terhadap sejumlah keputusan penting selama laga. Meski tidak menjadikan hal tersebut sebagai alasan utama kekalahan, ia menilai Australia harus terus berkembang agar memperoleh penghormatan yang lebih besar dari dunia sepak bola, termasuk dari perangkat pertandingan dan para lawan.
Menurut Popovic, satu-satunya cara mendapatkan respek tersebut adalah dengan tampil konsisten di turnamen besar dan terus bersaing melawan negara-negara terbaik. Ia percaya performa Australia dalam beberapa tahun terakhir sudah menunjukkan perkembangan positif, tetapi timnya masih harus membuktikan diri secara berkelanjutan agar diakui sebagai kekuatan utama sepak bola internasional.
Meski gagal melangkah lebih jauh, pelatih berusia 53 tahun itu melihat banyak sisi positif dari skuad yang dibawanya ke Amerika Utara. Australia tampil dengan komposisi pemain yang relatif muda. Enam pemain starter dalam laga melawan Mesir masih berusia 23 tahun atau lebih muda, menandakan regenerasi berjalan dengan baik dan memberikan harapan besar untuk masa depan.
Salah satu momen yang paling menyita perhatian adalah keputusan Popovic menunjuk bek berusia 18 tahun, Lucas Herrington, sebagai salah satu penendang penalti. Tendangannya memang membentur mistar sehingga Australia gagal mengejar ketertinggalan, tetapi sang pelatih tetap memberikan dukungan penuh kepada pemain mudanya.
Popovic menegaskan bahwa kepercayaan kepada Herrington bukan keputusan spontan. Menurutnya, pemain muda tersebut telah menunjukkan kualitas dan mentalitas luar biasa sepanjang turnamen, sehingga layak memikul tanggung jawab besar dalam situasi genting. Ia percaya pengalaman pahit tersebut justru akan menjadi pelajaran berharga bagi perkembangan karier sang pemain.
Ke depan, fokus Australia akan beralih ke Piala Asia yang dijadwalkan berlangsung pada awal 2027. Popovic berharap kegagalan di Piala Dunia menjadi motivasi tambahan bagi timnya untuk tampil lebih matang dan kompetitif. Ia juga menargetkan agar Australia datang ke Piala Dunia berikutnya dengan ekspektasi yang lebih tinggi, bukan sekadar lolos dari babak kualifikasi.
Sepanjang Piala Dunia 2026, Australia berhasil menunjukkan peningkatan performa dengan lolos dari grup yang dihuni Amerika Serikat, Turki, dan Paraguay sebelum akhirnya terhenti di fase gugur. Perjalanan tersebut dinilai sebagai bukti bahwa Socceroos berada di jalur yang tepat untuk berkembang menjadi tim yang mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi.
Meski harus pulang lebih awal, Tony Popovic tetap optimistis masa depan sepak bola Australia sangat cerah. Dengan kombinasi pemain muda berbakat, pengalaman dari turnamen besar, serta ambisi untuk terus berkembang, Socceroos kini membidik satu tujuan besar: menjadi tim yang tidak hanya hadir di Piala Dunia, tetapi juga disegani oleh seluruh kekuatan elite sepak bola dunia.(ALF)***
























Leave a Reply