Terungkap Penyebab Telur Ayam Bau Menyengat yang Sering Diabaikan dan Jarang Disadari Banyak Orang

Mengapa telur ayam bau? Kenali penyebab tersembunyi dan cara mencegahnya agar telur tetap segar dan aman dikonsumsi.

Pexels/Marcello Sokal

Telur ayam dikenal sebagai sumber protein yang praktis dan bergizi tinggi.

Namun, tidak sedikit orang yang pernah menemukan telur dengan aroma tidak sedap, bahkan menyengat.

Kondisi ini tentu menimbulkan pertanyaan: mengapa telur ayam bisa bau?

Ternyata, ada beberapa penyebab yang sering luput dari perhatian, baik dari sisi peternakan maupun penyimpanan.

Salah satu penyebab utama telur ayam bau adalah proses pembusukan akibat aktivitas bakteri.

Telur memiliki pori-pori kecil pada cangkangnya yang memungkinkan udara masuk.

Jika telur disimpan terlalu lama atau dalam kondisi lembap, bakteri dapat berkembang di dalamnya dan menghasilkan gas seperti hidrogen sulfida.

Gas inilah yang memicu aroma busuk khas pada telur.

Selain faktor usia, kualitas pakan ayam juga berperan besar.

Ayam yang diberi pakan dengan kandungan sulfur tinggi, seperti tepung ikan tertentu, cenderung menghasilkan telur dengan aroma lebih tajam.

Hal ini bukan berarti telur tersebut berbahaya, tetapi bisa memengaruhi bau dan rasa saat dikonsumsi.

Oleh karena itu, peternak modern mulai memperhatikan komposisi pakan untuk menjaga kualitas telur tetap optimal.

Faktor lingkungan kandang juga tidak boleh diabaikan.

Kandang yang kurang bersih dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri pada cangkang telur.

Kotoran ayam yang menempel bisa menjadi sumber mikroorganisme yang masuk ke dalam telur melalui pori-pori.

Inilah alasan mengapa kebersihan kandang menjadi kunci penting dalam menjaga kualitas hasil ternak.

Kesalahan dalam penyimpanan juga sering menjadi penyebab telur ayam bau.

Menyimpan telur di tempat panas atau terkena sinar matahari langsung dapat mempercepat proses pembusukan.

Selain itu, mencuci telur sebelum disimpan tanpa mengeringkannya dengan benar dapat menghilangkan lapisan pelindung alami, sehingga bakteri lebih mudah masuk.

Ada pula kondisi alami yang jarang diketahui, yaitu telur yang sudah dibuahi namun tidak berkembang dengan sempurna.

Telur seperti ini bisa menghasilkan bau tidak sedap meskipun masih terlihat normal dari luar.

Kasus ini biasanya terjadi pada peternakan yang tidak memisahkan ayam jantan dan betina.

Untuk menghindari telur ayam bau, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.

Pertama, pastikan memilih telur yang segar dengan cangkang utuh dan bersih.

Kedua, simpan telur di tempat sejuk dan kering dengan suhu stabil.

Ketiga, hindari mencuci telur sebelum disimpan kecuali akan langsung digunakan.

Terakhir, lakukan pengecekan sederhana seperti merendam telur dalam air untuk memastikan kesegarannya.

Memahami penyebab telur ayam bau tidak hanya penting bagi konsumen, tetapi juga bagi peternak.

Dengan menjaga kualitas pakan, kebersihan kandang, dan metode penyimpanan, risiko telur berbau dapat diminimalkan.

Hasilnya, telur yang dihasilkan tetap segar, aman, dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasaran. (FIR)***