China menjadi salah satu otoritas moneter yang paling agresif dalam menambah cadangan emas dalam beberapa tahun terakhir, bahkan ketika dunia tengah dilanda krisis ekonomi.
Langkah pembelian emas ini diambil sebagai bentuk perlindungan saat kondisi ekonomi global tidak menentu.
Dalam situasi seperti itu, nilai tukar dan berbagai aset bisa mengalami penurunan drastis, sedangkan emas cenderung tetap stabil.
Selain itu, sebagian besar cadangan devisa China berbentuk dolar AS. Untuk mengurangi dominasi dolar dan menciptakan portofolio devisa yang lebih beragam, China memilih emas sebagai aset alternatif yang lebih tahan terhadap gejolak kebijakan moneter negara lain maupun fluktuasi mata uang asing.
Kepemilikan emas yang besar juga memperkuat posisi China dalam perekonomian global karena logam mulia ini dianggap sebagai simbol stabilitas dan kepercayaan ekonomi.
China sudah melakukan pembelian emas dalam skala besar sejak 2009. Berikut kronologinya:
- Pembelian Emas Tahun 2009
Pada tahun ini, China menambah cadangan emas sebanyak 454,1 ton. Langkah tersebut diambil setelah krisis keuangan global 2008-2009 yang dianggap sebagai krisis terburuk sejak Depresi Besar.
Krisis ini berdampak besar terhadap ekspor China, memicu perlambatan ekonomi, dan mendorong pemerintah untuk meluncurkan paket stimulus besar guna menahan dampaknya. - Pembelian Emas Tahun 2015-2016
Enam tahun kemudian, China kembali membeli emas dalam jumlah besar, yaitu 708,2 ton pada 2015 dan 80,2 ton pada 2016.
Ini terjadi bersamaan dengan krisis utang Yunani, di mana negara tersebut gagal membayar cicilan utang sebesar 1,5 miliar euro kepada IMF pada 30 Juni 2015.
Di saat yang sama, pasar saham China juga mengalami keruntuhan besar, dengan kerugian pasar mencapai lebih dari US$3 triliun atau sekitar 30% dari produk domestik bruto (PDB) negara itu. - Pembelian Emas Tahun 2019
Menjelang pandemi Covid-19, China kembali menambah cadangan emasnya sebanyak 95,8 ton. Ketika pandemi menyebar luas pada tahun berikutnya, IMF menyebut masa tersebut sebagai “The Great Lockdown“.
Pembatasan aktivitas sosial dan ekonomi secara global mengakibatkan terhentinya proses produksi dan konsumsi di banyak negara. - Pembelian Emas Tahun 2022-2024
Pada 2022, meskipun dunia mulai pulih dari pandemi, situasi ekonomi global tetap tertekan oleh perang, inflasi yang memecahkan rekor, serta berbagai bencana iklim. Hal ini menyebabkan ketidakpastian dan pesimisme terhadap kondisi ekonomi pada 2023.
Kenaikan harga konsumen yang mulai terjadi sejak 2021 juga memperburuk keadaan. China tercatat membeli 62,2 ton emas pada 2022, lalu meningkat menjadi 224,9 ton di 2023 dan 44,2 ton lagi pada 2024.(JC)***
























Leave a Reply