Presiden Lebanon menyampaikan teguran serta tuntutan keras agar pasukan militer Israel segera mengosongkan dan meninggalkan seluruh wilayah negaranya tanpa syarat. Pernyataan tegas ini dilontarkan dalam merespons eskalasi ketegangan geopolitik serta aksi pelanggaran kedaulatan yang masih terus berlangsung di kawasan perbatasan.
Dilansir melalui Antara pada Rabu (12/08), pemimpin negara tersebut menegaskan bahwa keberadaan personel militer asing di tanah air mereka merupakan bentuk ancaman nyata bagi stabilitas kawasan.
Pihak pemerintah Lebanon menyatakan tidak akan mentoleransi setiap bentuk pendudukan wilayah yang mencederai integritas teritorial bangsa.
Penegakan hukum internasional dan resolusi PBB diminta untuk segera diimplementasikan demi menghentikan tindakan provokasi berulang di garis perbatasan.
Upaya diplomasi global terus didorong agar komunitas internasional mengambil langkah konkret dalam menekan pihak militer Israel. Konflik berkepanjangan di area perbatasan ini telah berdampak buruk pada keselamatan warga sipil serta merusak infrastruktur lokal secara signifikan.
Banyak penduduk lokal yang terpaksa mengungsi dari kediaman mereka akibat situasi keamanan yang kian tidak menentu di wilayah selatan. Pemerintah Lebanon berkomitmen untuk terus melindungi segenap rakyatnya dari segala bentuk ancaman agresi militer pihak luar.
Dalam pidato resminya, Presiden juga menekankan pentingnya persatuan nasional seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi tekanan dari negara tetangga tersebut. ***RHN
























Leave a Reply