Siap Bertempur di Medan Baru? Battlefield 6 Resmi Membuka Program Open Beta

Sumber: X@Battlefield
Sumber: X@Battlefield

BANGUN IDE – Setelah lebih dari lima bulan menjalani fase uji coba tertutup, Electronic Arts (EA) akhirnya mengonfirmasi bahwa open beta untuk Battlefield 6 akan segera digelar. Informasi ini disampaikan langsung melalui unggahan akun resmi Battlefield di Twitter, meskipun tanggal pasti dan detail pendaftaran masih dirahasiakan.

Rumor yang beredar di komunitas gamer menyebutkan bahwa open beta tersebut akan berlangsung pada 4 Agustus 2025, berdasarkan bocoran kode API yang ditemukan di Reddit.

Jika mengikuti pola dari game Battlefield sebelumnya, open beta biasanya berlangsung selama 3 hingga 10 hari, dengan opsi pre-load tersedia sehari sebelumnya.

Kabar ini datang di tengah meningkatnya spekulasi seputar Battlefield 6, termasuk kebocoran paket promosi yang tampaknya mengonfirmasi nama resmi seri terbaru ini.

Selain itu, EA juga dikabarkan akan menggelar acara pengungkapan global selama tiga hari mulai 29 Juli, yang diprediksi menjadi panggung utama bagi Battlefield 6.

Salah satu aspek paling menarik dari pengumuman open beta ini adalah pendekatan baru EA dalam hal sistem persenjataan. Battlefield 6 akan menguji dua mode senjata: “open weapons” dan “closed weapons.”

Dalam mode closed, senjata akan kembali dikunci berdasarkan kelas karakter seperti seri klasik Battlefield, sementara mode open memungkinkan setiap kelas menggunakan semua jenis senjata  sistem yang sempat menuai kritik di Battlefield 2042.

Langkah ini tampaknya merupakan upaya EA untuk menjembatani dua kubu dalam komunitas Battlefield: mereka yang menginginkan nuansa klasik dan mereka yang mendukung eksperimen baru.

Banyak penggemar berharap bahwa open beta ini akan digunakan sebagai sarana untuk benar-benar mengukur preferensi komunitas, bukan sekadar formalitas.

Dengan masa lalu Battlefield 2042 yang dipenuhi kritik karena perubahan drastis dalam gameplay dan sistem senjata, EA tampaknya berhati-hati dalam merancang Battlefield 6.

Jika percobaan dual-system ini gagal menarik simpati gamer, Battlefield 6 bisa saja mengalami nasib serupa dengan pendahulunya. (ALF)***