Banyak orang mengeluhkan rasa kantuk berlebihan selama menjalani ibadah puasa.
Kondisi ini sering muncul terutama pada siang hingga sore hari, ketika energi mulai menurun.
Fenomena ngantuk saat puasa sebenarnya bukan hanya disebabkan oleh kurang tidur atau perubahan pola makan.
Salah satu faktor yang jarang disadari adalah kurangnya aktivitas fisik selama berpuasa.
Saat bulan Ramadhan, pola aktivitas harian biasanya berubah.
Banyak orang memilih mengurangi kegiatan fisik karena takut merasa lelah atau dehidrasi.
Padahal, terlalu sedikit bergerak justru dapat membuat tubuh terasa lebih lesu dan sulit berkonsentrasi.
Inilah alasan mengapa kurang gerak saat puasa dapat memicu rasa kantuk yang lebih sering muncul.
Secara fisiologis, tubuh membutuhkan pergerakan untuk menjaga sirkulasi darah tetap lancar.
Ketika seseorang terlalu lama duduk atau berdiam diri, aliran oksigen ke otak bisa menjadi kurang optimal.
Akibatnya, tubuh mengirimkan sinyal kelelahan yang sering ditandai dengan rasa mengantuk.
Hal ini menjelaskan mengapa orang yang jarang melakukan aktivitas fisik saat puasa cenderung lebih cepat merasa lelah dibandingkan mereka yang tetap aktif.
Selain itu, aktivitas fisik ringan sebenarnya mampu membantu tubuh memproduksi hormon endorfin.
Hormon ini berperan dalam meningkatkan suasana hati sekaligus menjaga tingkat energi tetap stabil.
Oleh karena itu, melakukan olahraga ringan saat puasa seperti berjalan santai, peregangan, atau latihan mobilitas dapat membantu mengurangi rasa kantuk berlebihan di siang hari.
Waktu terbaik untuk melakukan aktivitas fisik selama puasa biasanya berada pada dua periode.
Pertama adalah pagi hari setelah sahur, ketika tubuh masih memiliki cadangan energi dari makanan yang dikonsumsi.
Kedua adalah menjelang waktu berbuka, sekitar 30–60 menit sebelum adzan maghrib.
Pada waktu ini, tubuh masih mampu beraktivitas dengan intensitas ringan hingga sedang.
Selain bergerak secara teratur, menjaga kualitas tidur juga menjadi faktor penting untuk mengatasi rasa ngantuk saat puasa.
Banyak orang tidur lebih larut karena aktivitas malam seperti tarawih atau sahur, sehingga waktu istirahat menjadi berkurang.
Jika hal ini terjadi secara terus-menerus, tubuh akan mengalami penurunan energi yang membuat rasa kantuk semakin sulit dihindari.
Untuk menjaga tubuh tetap bugar selama Ramadhan, penting untuk menyeimbangkan pola tidur, aktivitas fisik, serta asupan makanan yang bergizi.
Mengonsumsi makanan kaya serat, protein, serta cairan yang cukup saat sahur dan berbuka dapat membantu menjaga stamina sepanjang hari.
Kesimpulannya, ngantuk saat puasa tidak selalu disebabkan oleh kurang tidur saja.
Minimnya aktivitas fisik juga dapat memengaruhi tingkat energi tubuh.
Dengan tetap bergerak secara aktif melalui olahraga ringan dan menjaga pola hidup sehat, rasa kantuk saat berpuasa dapat dikurangi sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan optimal. (FIR)***




















Leave a Reply