Sering Makan Terburu-Buru? Kebiasaan Mengunyah Cepat Bisa Memicu Berat Badan Naik Drastis

Mengunyah terlalu cepat dapat memengaruhi berat badan dan pencernaan. Simak fakta kesehatan lengkapnya.

Pexels/RDNE Stock project

Di tengah kesibukan sehari-hari, banyak orang terbiasa menyelesaikan makanan dalam waktu singkat.

Jadwal yang padat, tuntutan pekerjaan, atau sekadar kebiasaan membuat aktivitas makan sering dilakukan dengan terburu-buru.

Padahal, cara seseorang mengunyah makanan ternyata memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kesehatan dibanding yang banyak dibayangkan.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan mengunyah terlalu cepat tidak hanya berdampak pada sistem pencernaan, tetapi juga dapat memengaruhi berat badan dan pola makan secara keseluruhan.

Oleh karena itu, memahami hubungan antara kecepatan makan dan kesehatan menjadi langkah penting untuk menjaga tubuh tetap optimal.

Mengapa Proses Mengunyah Sangat Penting?

Mengunyah merupakan tahap awal dari proses pencernaan. Saat makanan masuk ke mulut, gigi bertugas menghancurkannya menjadi potongan yang lebih kecil agar lebih mudah dicerna oleh lambung dan usus.

Pada saat yang sama, air liur mengandung enzim yang membantu memulai proses pemecahan karbohidrat sebelum makanan mencapai lambung.

Ketika makanan tidak dikunyah dengan baik, sistem pencernaan harus bekerja lebih keras untuk mengolahnya.

Karena itu, proses mengunyah yang cukup menjadi bagian penting dalam memastikan nutrisi dapat diserap tubuh secara maksimal.

Mengunyah Cepat dan Risiko Kenaikan Berat Badan

Salah satu dampak yang paling sering dikaitkan dengan kebiasaan makan cepat adalah peningkatan risiko berat badan berlebih.

Hal ini berkaitan dengan mekanisme rasa kenyang yang dikendalikan oleh otak.

Tubuh membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 menit untuk menerima sinyal bahwa perut sudah terisi cukup makanan.

Ketika seseorang makan terlalu cepat, jumlah makanan yang dikonsumsi sering kali lebih banyak sebelum sinyal kenyang tersebut muncul.

Akibatnya, asupan kalori menjadi lebih tinggi dibanding kebutuhan tubuh. Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, risiko kenaikan berat badan hingga obesitas dapat meningkat.

Selain itu, orang yang makan cepat cenderung kurang memperhatikan porsi makanan dan lebih sulit mengenali kapan tubuh sebenarnya sudah merasa kenyang.

Dampaknya terhadap Sistem Pencernaan

Mengunyah terlalu cepat juga dapat memengaruhi kenyamanan sistem pencernaan.

Potongan makanan yang masih besar membutuhkan waktu lebih lama untuk dipecah di lambung sehingga proses pencernaan menjadi kurang efisien.

Kondisi ini dapat memicu berbagai keluhan seperti:

  • Perut terasa penuh setelah makan.
  • Kembung dan produksi gas berlebih.
  • Rasa tidak nyaman pada lambung.
  • Gangguan pencernaan ringan setelah makan.

Selain itu, kebiasaan makan cepat sering membuat seseorang menelan lebih banyak udara.

Udara yang masuk bersama makanan dapat menyebabkan sensasi begah dan kembung yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Pengaruh terhadap Kontrol Nafsu Makan

Mengunyah makanan secara perlahan membantu tubuh memproduksi hormon yang berhubungan dengan rasa kenyang.

Ketika waktu makan berlangsung lebih lama, otak memiliki kesempatan untuk menerima sinyal bahwa kebutuhan energi sudah terpenuhi.

Sebaliknya, makan terlalu cepat dapat mengganggu mekanisme alami tersebut.

Akibatnya, seseorang cenderung merasa ingin makan lebih banyak meskipun sebenarnya kebutuhan kalorinya sudah tercukupi.

Inilah alasan mengapa banyak ahli gizi menyarankan pola makan yang lebih sadar (mindful eating) sebagai bagian dari strategi menjaga berat badan ideal.

Cara Mengurangi Kebiasaan Makan Terlalu Cepat

Mengubah kebiasaan makan tidak harus dilakukan secara drastis.

Beberapa langkah sederhana dapat membantu memperlambat kecepatan makan, seperti:

  • Mengunyah makanan lebih lama sebelum menelan.
  • Meletakkan sendok atau garpu sesaat di antara suapan.
  • Menghindari makan sambil bermain ponsel atau menonton.
  • Fokus menikmati rasa dan tekstur makanan.
  • Memberikan waktu makan setidaknya 20 menit.

Dengan cara ini, tubuh memiliki kesempatan lebih baik untuk mengenali rasa kenyang dan mengoptimalkan proses pencernaan.

Kesimpulan

Mengunyah terlalu cepat bukan sekadar kebiasaan sepele.

Pola makan ini dapat memengaruhi berat badan, meningkatkan risiko makan berlebihan, serta mengganggu proses pencernaan.

Sebaliknya, mengunyah makanan secara perlahan membantu tubuh mencerna makanan dengan lebih efektif sekaligus mendukung kontrol nafsu makan yang lebih baik.

Meluangkan waktu beberapa menit lebih lama saat makan mungkin terdengar sederhana, tetapi kebiasaan kecil ini dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan pencernaan dan menjaga berat badan tetap ideal dalam jangka panjang. (FIR)***