Rujak Cingur, hidangan khas yang mengombinasikan cingur (moncong sapi) dengan potongan buah segar, baru saja tercatat dalam daftar 26 Best Rated Dishes With Mango menurut TasteAtlas, platform global yang menyediakan panduan wisata kuliner.
Berada di peringkat kedelapan, Rujak Cingur berhasil memikat para pecinta kuliner dengan perpaduan rasa segar, pedas, dan gurih yang unik.
Tekstur kenyal cingur, manisnya irisan mangga, serta kekayaan rempah dalam bumbu kacang menciptakan pengalaman rasa yang istimewa.
Tak sekadar makanan lezat, Rujak Cingur juga termasuk dalam 1.728 budaya yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Asal-Usul dan Keistimewaan Rujak Cingur Rujak Cingur memiliki kaitan erat dengan Surabaya, kota yang dikenal sebagai Kota Pahlawan.
Berdasarkan informasi dari laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, hidangan ini diperkirakan sudah ada sejak 1938, dipelopori oleh Mbah Woro dan kemudian diwariskan kepada generasi selanjutnya.
Istilah “Cingur” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “moncong sapi”, yang menjadi bahan utama dalam sajian ini, membedakannya dari rujak buah pada umumnya.
Cingur direbus hingga empuk, lalu diiris dan dicampur dengan beragam buah serta sayuran seperti mangga muda, mentimun, tauge, dan kacang panjang.
Bumbu kacang yang gurih dan sedikit pedas menjadi kunci kenikmatan Rujak Cingur. Bumbu ini dibuat dari kacang tanah goreng, cabai, bawang merah, bawang putih, gula merah, dan petis, saus khas Jawa Timur yang berbahan dasar udang rebon.
Selain kelezatannya, Rujak Cingur juga mengandung nilai budaya yang kuat. Bagi masyarakat Jawa Timur, sajian ini melambangkan keberagaman budaya dan tradisi yang ada di daerah tersebut. Penyajian di atas daun pisang merepresentasikan kesederhanaan dan kedekatan dengan alam.
Kombinasi beragam buah dan sayuran dalam satu hidangan mencerminkan keberagaman yang menjadi ciri khas Jawa Timur.
Salah satu Rujak Cingur yang terkenal di Surabaya adalah Rujak Cingur Joko Dolog yang terletak di Jl. Taman Apsari No. 25, Embong Kaliasin, Surabaya, Jawa Timur.
Hidangan ini menjadi favorit warga Surabaya karena cita rasanya yang autentik dengan bumbu kental yang kaya rasa.
Bumbu ini dibuat dari kacang goreng yang ditumbuk bersama serutan pisang batu, bawang putih goreng, asam matang, sedikit garam, air, dan petis. Tertarik mencobanya?(JC)***
























Leave a Reply