Prabowo Belum Pilih Gubernur Bank Indonesia, Sosok Destry Damayanti Jadi Kandidat Terkuat di Tengah Gejolak Rupiah

Prabowo belum menetapkan calon Gubernur Bank Indonesia. Destry Damayanti menjadi kandidat kuat di tengah perhatian pasar.

Akun Instagram @kemensetneg.ri

Presiden Prabowo Subianto hingga Jumat, 7 Agustus 2026, belum menetapkan nama yang akan diajukan sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) berikutnya. Posisi tersebut kosong setelah Perry Warjiyo secara mengejutkan mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI pada akhir Juli dengan alasan pribadi.

Perkembangan ini menjadi perhatian serius pelaku pasar karena Gubernur Bank Indonesia memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan moneter, menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Juru bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada nominasi resmi yang disampaikan kepada parlemen. Pernyataan tersebut sekaligus membantah informasi sebelumnya yang menyebutkan bahwa beberapa nama telah dikirimkan untuk diproses DPR.

Destry Damayanti Jadi Kandidat Terkuat

Salah satu nama yang paling banyak diperbincangkan adalah Destry Damayanti. Saat ini, Destry menjalankan tugas sebagai Gubernur Bank Indonesia sementara setelah pengunduran diri Perry Warjiyo.

Sumber yang mengetahui proses tersebut sebelumnya menyebut Destry sebagai kandidat terdepan untuk menduduki posisi Gubernur BI secara permanen. Pengalamannya sebagai ekonom dan mantan Deputi Gubernur Senior BI membuatnya dinilai memiliki pemahaman mendalam mengenai kebijakan moneter dan sistem keuangan Indonesia.

Namun, status Destry belum dapat dianggap final. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, Presiden dapat mengajukan maksimal tiga kandidat kepada DPR untuk kemudian menjalani proses seleksi.

Proses Pemilihan Dimulai Setelah DPR Kembali

Tahapan formal pemilihan Gubernur Bank Indonesia diperkirakan baru bergerak setelah DPR kembali dari masa reses pada 14 Agustus 2026. Setelah menerima kandidat dari Presiden, parlemen memiliki waktu satu bulan untuk menentukan pilihan atau menolak seluruh nama yang diajukan.

Proses tersebut membuat keputusan Prabowo menjadi semakin penting. Kandidat yang dipilih tidak hanya harus memiliki kompetensi ekonomi, tetapi juga harus mampu memperoleh kepercayaan parlemen dan pasar.

Pasar Menunggu Arah Kebijakan BI

Pergantian Gubernur BI terjadi ketika perekonomian Indonesia menghadapi sejumlah tantangan. Nilai tukar rupiah menjadi salah satu indikator yang mendapat perhatian investor setelah pengunduran diri Perry Warjiyo.

Di sisi lain, BI juga tengah mendorong perbankan meningkatkan penyaluran kredit kepada sektor ekonomi. Kebijakan tersebut berjalan bersamaan dengan upaya menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi.

Karena itu, investor akan mencermati apakah gubernur baru nantinya melanjutkan kebijakan yang sudah berjalan atau membawa pendekatan berbeda.

Destry Berpotensi Menjaga Kesinambungan Kebijakan

Jika Destry Damayanti akhirnya dipilih, pasar dapat melihatnya sebagai sinyal kesinambungan kebijakan Bank Indonesia. Pengalaman panjangnya di bank sentral berpotensi membuat transisi berlangsung lebih mulus.

Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden dan DPR. Sampai nominasi resmi diumumkan, persaingan kandidat Gubernur Bank Indonesia masih terbuka.

Penunjukan pemimpin baru BI pada akhirnya bukan sekadar pergantian jabatan. Keputusan tersebut akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan arah kebijakan moneter, stabilitas rupiah, dan kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.(ALF)***