Andi Amran Sulaiman kembali melakukan penyegaran organisasi di lingkungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan) dengan melantik 55 pejabat struktural dan fungsional. Pelantikan ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat tata kelola birokrasi sekaligus mendorong percepatan produksi pertanian nasional.
Dalam arahannya, Mentan Amran menegaskan bahwa sistem meritokrasi menjadi landasan utama dalam penempatan jabatan. Artinya, promosi dan rotasi dilakukan berdasarkan kompetensi, kinerja, serta integritas, bukan faktor kedekatan atau kepentingan tertentu.
Tegaskan Meritokrasi dan Profesionalisme ASN
Mentan Amran menekankan bahwa birokrasi pertanian harus diisi oleh sumber daya manusia yang profesional, adaptif, dan siap bekerja cepat. Ia mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar menjaga integritas serta fokus pada target swasembada pangan.
Sistem merit yang diterapkan bertujuan menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. Dengan pola ini, diharapkan kinerja Kementan semakin efektif dalam menjawab tantangan sektor pertanian, mulai dari perubahan iklim, fluktuasi harga, hingga kebutuhan pangan nasional yang terus meningkat.
Menurutnya, pejabat yang mendapat amanah harus mampu menunjukkan hasil nyata, terutama dalam peningkatan produksi padi, jagung, dan komoditas strategis lainnya.
Akselerasi Produksi Pertanian Nasional
Selain penegasan sistem merit, pelantikan 55 pejabat ini juga diarahkan untuk mempercepat program peningkatan produksi pertanian. Pemerintah menargetkan produksi pangan nasional terus tumbuh guna memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
Langkah akselerasi dilakukan melalui optimalisasi lahan, peningkatan produktivitas, penggunaan benih unggul, serta penguatan mekanisasi pertanian. Mentan Amran menegaskan bahwa seluruh jajaran harus bergerak cepat dan terukur dalam mendukung target swasembada.
Produksi pertanian yang stabil dinilai sangat penting untuk menjaga harga pangan tetap terkendali dan melindungi daya beli masyarakat. Karena itu, setiap pejabat dituntut memiliki visi kerja yang jelas dan mampu bekerja kolaboratif dengan pemerintah daerah serta petani.
Fokus pada Swasembada dan Ketahanan Pangan
Pelantikan ini juga menjadi momentum konsolidasi internal Kementan dalam menghadapi tantangan global. Ketahanan pangan nasional menjadi prioritas utama, terutama di tengah dinamika ekonomi dunia dan potensi gangguan pasokan.
Mentan Amran mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Ia meminta seluruh pejabat yang dilantik untuk bekerja maksimal, mengawal program strategis, serta memastikan hasil pertanian benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani dan masyarakat.
Dengan sistem meritokrasi yang kuat dan akselerasi produksi yang terarah, Kementan optimistis mampu memperkuat fondasi pertanian nasional serta mewujudkan kemandirian pangan Indonesia.(ALF)***
























Leave a Reply