Konsol Switch 2 Terlalu Mahal untuk Generasi Muda! Begini Tanggapan Nintendo

BANGUN IDE – Dalam rapat umum tahunan pemegang saham Nintendo, harga Nintendo Switch 2 yang dianggap terlalu tinggi untuk dijangkau oleh pemain muda. Menanggapi hal tersebut, Presiden Nintendo, Shuntaro Furukawa, menyatakan bahwa harga yang ditetapkan sudah sesuai dengan nilai dan fitur yang ditawarkan oleh konsol tersebut.

Sejak dirilis pada 5 Juni, Switch 2 mencatatkan rekor sebagai konsol dengan penjualan tercepat dalam sejarah, terjual lebih dari 3,5 juta unit hanya dalam empat hari pertama secara global.

Meskipun permintaan masih sangat tinggi, Nintendo dan mitranya masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pasar secara global.

Di Amerika Serikat, konsol ini diluncurkan dengan harga $450 untuk versi standar dan $500 untuk bundel Mario Kart World.

Namun, harga tersebut bisa berubah karena kebijakan tarif impor dari pemerintahan Trump yang akan mulai berlaku pada 1 Agustus, termasuk tarif 25% untuk barang-barang dari Jepang dan Korea Selatan.

Meskipun konsol terbaru Nintendo terus melampaui penjualan para pesaingnya, pertemuan terbaru perusahaan memberikan gambaran mengenai alasan di balik harga Switch 2 yang relatif tinggi.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Nintendo ke-85 yang digelar pada 27 Juni, Presiden Nintendo Shuntaro Furukawa menjawab sejumlah pertanyaan dari para investor.

Salah satu investor menyuarakan kekhawatiran bahwa harga Switch 2 yang lebih mahal dibandingkan konsol sebelumnya bisa menjadi kendala bagi anak-anak untuk memilikinya.

Menanggapi hal tersebut, Furukawa mengakui bahwa harga Switch 2 memang lebih tinggi dari pendahulunya, namun ia menegaskan bahwa, “Kami percaya harga Nintendo Switch 2 sepadan dengan pengalaman bermain yang ditawarkannya. Yang paling penting bagi kami adalah memberikan hiburan yang menunjukkan nilai produk kepada konsumen.”

Furukawa menyampaikan bahwa Nintendo akan terus memantau situasi harga dan menilai kapan harga tersebut bisa menjadi hambatan lebih besar bagi pemain muda untuk mengakses konsol.

Menanggapi pertanyaan terkait potensi meningkatnya biaya pengembangan dan harga perangkat lunak akibat performa Switch 2 yang lebih tinggi, Furukawa menjelaskan bahwa Nintendo berencana mempercepat proses pengembangan untuk beberapa judul tertentu sebagai langkah mengimbangi kenaikan biaya tersebut.

Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci IP (waralaba) mana saja yang akan dilibatkan dalam strategi tersebut. (ALF)***