Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, memanggil tiga pemain lokal dengan jumlah gol tertinggi di Liga 1 musim 2024/2025 untuk memperkuat skuad menghadapi Tiongkok dan Jepang dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Ketiga pemain tersebut adalah Egy Maulana Vikri, Septian Bagaskara, dan Yakob Sayuri. Hal ini cukup mengejutkan, mengingat di era Shin Tae-yong, jumlah gol tidak selalu menjadi pertimbangan utama dalam seleksi pemain.
Saat ini, Egy memimpin daftar pencetak gol lokal dengan koleksi 12 gol. Yakob berada di posisi kedua dengan 10 gol, disusul Septian yang mengoleksi delapan gol. Sementara itu, posisi top skor Liga 1 masih dikuasai oleh Alex Martin yang telah mencetak 23 gol.
Dari ketiga nama tersebut, Yakob menjadi wajah baru di era Kluivert. Pemain Malut United ini sebelumnya tidak masuk dalam daftar panggilan pada Maret 2025.
Sedangkan Septian sempat dipanggil untuk menghadapi Australia dan Bahrain, namun belum menjalani debut. Ini menjadi panggilan keduanya di bawah arahan pelatih asal Belanda itu.
Sementara Egy sendiri sudah menjadi bagian dari Timnas sejak era pelatih sebelumnya, namun hingga kini masih belum mendapat kesempatan bermain. Penampilan pemain Dewa United tersebut masih dalam tahap evaluasi oleh tim pelatih.
Pemusatan latihan jelang laga melawan Tiongkok dan Jepang dijadwalkan berlangsung di Bali mulai 26 Mei hingga awal Juni.
Setelah itu, Timnas akan bertolak ke Jakarta untuk persiapan terakhir menghadapi Tiongkok di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 5 Juni mendatang.
Pemain Baru dan Ketatnya Persaingan
Dalam daftar 32 pemain yang dipanggil Patrick Kluivert untuk dua laga penting tersebut, terdapat lima pemain yang baru kali ini mendapat kesempatan selama masa kepelatihan Kluivert, meski sebelumnya mereka bukan nama asing di Timnas.
Kelima pemain itu adalah Reza Arya, Asnawi Mangkualam Bahar, Yance Sayuri, Yakob Sayuri, dan Stefano Lilipaly.
Contohnya, Reza Arya pernah dua kali dipanggil oleh PSSI pada pertengahan 2023, namun belum sempat menjalani debut.
Lilipaly terakhir tampil bersama Timnas pada September 2023, dan baru kali ini kembali mendapat kepercayaan dari Kluivert.
Sementara Asnawi, Yakob, dan Yance terakhir kali tampil di Timnas saat masih dilatih Shin Tae-yong pada Oktober 2024, dan absen dalam panggilan Maret 2025.
Meski kembali dipanggil, mereka harus bersaing ketat untuk mendapatkan tempat di starting eleven.
Beberapa pemain andalan dari era Shin Tae-yong juga belum banyak mendapat menit bermain di bawah Kluivert.
Nama-nama seperti Ernando Ari, Nadeo Argawinata, Pratama Arhan, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Nathan Tjoe-A-On, Egy Maulana Vikri, Rafael Struick, Ramadhan Sananta, dan Septian Bagaskara, kini harus berjuang kembali merebut tempat utama.
Di sisi lain, persaingan makin ketat dengan kehadiran pemain-pemain seperti Jay Idzes, Rizky Ridho, Calvin Verdonk, Thom Haye, dan Ole Romeny yang tampil konsisten dan menarik perhatian Kluivert.
Kisah Ricky Kambuaya bisa menjadi contoh positif. Meski hanya tampil sebagai pemain pengganti saat melawan Bahrain Maret lalu, gelandang Dewa United itu mampu menunjukkan kualitas dan meyakinkan pelatih untuk mempertimbangkannya sebagai opsi utama ke depannya.
Persaingan Posisi dan Peluang Pemain Liga 1
Dengan 32 nama dalam skuad, sementara hanya 16 pemain bisa turun di setiap laga, persaingan di semua lini sangat ketat.
Untuk posisi penjaga gawang, misalnya, kini tersedia empat nama menyusul absennya Maarten Paes akibat akumulasi kartu kuning.
Empat nama yang bersaing adalah Emil Audero Mulyadi, Ernando Ari, Nadeo Argawinata, dan Reza Arya, dengan Emil tampak menjadi kandidat terkuat.
Kondisi serupa terjadi di lini tengah. Absennya Marselino Ferdinan membuka peluang bagi Stefano Lilipaly untuk tampil, bahkan sebagai starter.
Pemain berusia 35 tahun itu masih memiliki visi bermain yang matang, dan berpeluang bersaing dengan Egy Maulana Vikri, Eliano Reijnders, dan Yakob Sayuri.
Secara keseluruhan, panggilan ini bisa menjadi kesempatan emas bagi para pemain Liga 1 untuk menunjukkan kapasitas mereka.
Pemusatan latihan menjadi ajang pembuktian untuk menunjukkan bahwa mereka layak dipilih memperkuat skuad utama Timnas Indonesia.(JC)***
























Leave a Reply