Dolar AS Kian Menurun, Apa Penyebabnya? Begini Penjelasan IMF

IMF sampaikan faktor penyebab turunnya nilai dolar AS. Ternyata, penurunan nilai ini terjadi sesuai dengan prediksi!

Dana Moneter Internasional (IMF) mengungkapkan faktor utama di balik pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa hari terakhir.

Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan perang dagang global yang berkontribusi pada perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia.

Pierre-Olivier Gourinchas, Kepala Ekonom IMF, menjelaskan bahwa penurunan nilai dolar berkaitan erat dengan prediksi melemahnya pertumbuhan ekonomi AS.

IMF memperkirakan bahwa pada 2025, ekonomi Negeri Paman Sam hanya akan tumbuh sebesar 1,8%, turun dari realisasi tahun 2024 yang mencapai 2,8%. Penurunan ini diperkirakan berlanjut pada 2026 dengan pertumbuhan hanya 1,7%.

“Kami menyaksikan pelemahan nilai tukar dolar yang cukup signifikan dalam beberapa minggu terakhir,” ujar Gourinchas dalam konferensi pers laporan World Economic Outlook edisi April, Rabu (23/4/2025).

Ia menambahkan bahwa pelemahan ini tidak hanya disebabkan oleh prediksi pertumbuhan ekonomi yang menurun, tetapi juga oleh meningkatnya ketidakpastian global yang mengakibatkan penyesuaian dalam permintaan terhadap aset berbasis dolar.

Data dari Refinitiv yang dikutip oleh tim riset CNBC Indonesia mencatat bahwa sejak awal tahun, indeks dolar AS (DXY) telah mengalami penurunan lebih dari 9%.

Dalam waktu yang sama, sejumlah mata uang Asia justru menguat terhadap dolar. Yen Jepang menunjukkan apresiasi tertinggi sebesar 10,6%, diikuti oleh dolar Singapura yang naik 4,1%, dan won Korea Selatan yang menguat 3,8%. Sementara itu, nilai tukar rupiah Indonesia justru turun 4,72%.

Gourinchas menyimpulkan bahwa ketidakpastian kebijakan perdagangan serta koreksi permintaan global terhadap aset dolar memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang AS.(JC)***