Bekantan, Si Hidung Panjang Unik yang Kini Jadi Maskot Kalimantan dan Terancam Punah di Alam Liar

Bekantan, primata berhidung panjang khas Kalimantan, kini jadi ikon konservasi satwa endemik Indonesia yang hampir punah.

Pexels/Mikhail Nilov

Bekantan, Si Hidung Panjang yang Jadi Maskot Kalimantan

Bekantan (Nasalis larvatus) adalah primata endemik Kalimantan yang dikenal dengan hidung panjang mencolok, terutama pada pejantan dewasa. Penampilannya yang unik membuat hewan ini mudah dikenali, bahkan ditetapkan sebagai maskot resmi Provinsi Kalimantan Selatan. Namun, di balik keunikan tersebut, bekantan menghadapi ancaman kepunahan yang serius.

Bekantan hidup di hutan mangrove, rawa, dan hutan bakau di sepanjang pesisir dan sungai Kalimantan. Mereka adalah pemakan daun, buah, dan biji-bijian, serta sangat tergantung pada ekosistem hutan tropis yang sehat. Dalam satu kelompok, biasanya terdapat satu pejantan dominan dan beberapa betina bersama anak-anak mereka.

Keunikan hidung panjang bekantan bukan sekadar ciri fisik biasa. Penelitian menyebutkan bahwa hidung ini berfungsi sebagai alat komunikasi dan daya tarik seksual. Semakin besar dan panjang hidung seekor pejantan, semakin menarik ia di mata betina. Suara panggilannya pun dapat terdengar lebih keras karena resonansi dari hidungnya.

Sayangnya, populasi bekantan terus menyusut. Faktor utama penyebabnya adalah hilangnya habitat akibat deforestasi, pembukaan lahan perkebunan sawit, serta perburuan liar. Menurut data konservasi, bekantan termasuk dalam kategori “terancam punah” oleh IUCN (International Union for Conservation of Nature).

Meski begitu, masih ada harapan. Berbagai taman nasional seperti Tanjung Puting dan Bakut Island terus melakukan upaya perlindungan. Pemerintah dan organisasi konservasi aktif mempromosikan edukasi lingkungan agar masyarakat lebih peduli terhadap satwa lokal ini.

Bekantan bukan hanya ikon Kalimantan, tetapi juga simbol penting pelestarian biodiversitas Indonesia. Menjaga kelestariannya berarti menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis yang menjadi paru-paru dunia.

Jika kamu berkesempatan mengunjungi Kalimantan, sempatkan melihat langsung bekantan di habitat aslinya. Selain menyaksikan keunikan hewan berhidung panjang ini, kamu turut mendukung pariwisata berbasis konservasi yang berkelanjutan.(ALF)***