Seorang pilot berkewarganegaraan Malaysia ditangkap polisi karena terlibat jaringan peredaran narkotika. Pelaku kedapatan bertindak sebagai kurir yang mengandot ribuan butir ekstasi ke Indonesia. Modus kejahatan penyelundupan ini terungkap setelah petugas melakukan pemeriksaan intensif di bandara.
Untuk mengelabui petugas, pilot tersebut menyiapkan akal-akalan berupa cairan urine cadangan. Sampel urine bersih itu dibawa di dalam wadah khusus demi meloloskan tes narkoba. Strategi curang tersebut ia gunakan agar hasil pemeriksaan kesehatan resminya tetap negatif.
Namun, upaya manipulasi tersebut berhasil dibongkar oleh jajaran kepolisian yang sangat jeli. Petugas curiga dengan gerak-gerik pelaku saat proses pemeriksaan barang dan tes urine. Hasil penggeledahan mendalam akhirnya menemukan barang bukti ekstasi beserta wadah urine palsu tersebut.
Polisi mengungkapkan bahwa pelaku memanfaatkan profesinya sebagai pilot untuk mempermudah akses masuk. Fasilitas serta kelonggaran akses maskapai dimanfaatkan secara licik demi mengelabui pengawasan otoritas bandara. Kasus ini membuktikan bahwa jaringan narkoba internasional terus mencari modus operandi baru.
Saat ini pilot asing tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di markas kepolisian. Pelaku dijerat dengan pasal berlapis mengenai penyelundupan serta peredaran gelap narkotika jaringan internasional. Ancaman hukuman maksimal berupa hukuman mati kini menanti atas perbuatan kriminal yang dilakukannya. ***RHN
























Leave a Reply