Aparat Keamanan Menjadikan Situasi Tidak Aman! Senator Dailami Minta Oknum Brimob Diproses Hukum Terbuka

Tragedi Rantis Brimob yang menabrak Driver Ojol menambah catatan kelam demokrasi di Indonesia. Senator Dailami tegas meminta kepolisian mengusut tuntas dan transparan!

Senator DPD RI, Dailami Firdaus, menuntut agar oknum Brimob yang menabrak dan melindas pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan hingga tewas, diadili secara tuntas dan terbuka.

Dailami juga menyampaikan duka cita mendalam atas kematian Affan yang terjadi saat demonstrasi pada Kamis (28/8).

“Saya berbelasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Affan. Semoga beliau diterima di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” kata Dailami pada Jumat (29/8).

Menurutnya, insiden ini seharusnya menjadi pelajaran penting bagi Polri mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan aksi unjuk rasa.

Ia menyetujui kebijakan tidak menggunakan pistol, tetapi menegaskan bahwa penggunaan kendaraan taktis untuk menabrak massa sama sekali tidak dibenarkan.

Ia juga menekankan bahwa polisi harusnya mengedepankan negosiasi untuk menjembatani aspirasi demonstran, bukan melakukan tindakan represif yang justru memicu kemarahan publik.

Dailami meminta agar institusi kepolisian membudayakan sikap moralitas yang baik dengan mengakui kesalahan dan langsung meminta maaf kepada keluarga korban.

“Saya meminta Kapolri dan Kapolda, bersama oknum Brimob yang bersalah, untuk mendatangi keluarga Affan dan meminta maaf,” ungkapnya.

Ia menegaskan, sebagai aparat, mereka harus bertanggung jawab dan berani menanggung konsekuensi atas perbuatannya.

Kasus ini, menurutnya, bukan sekadar pelanggaran etik, melainkan juga masalah kemanusiaan yang membutuhkan empati lebih besar, bukan hanya sekadar memberikan uang duka.

Dailami menutup pernyataannya dengan mengingatkan agar tidak ada kesan bahwa Polri melindungi anggotanya yang bersalah.(JC)***