Jangan Langsung Masukkan Tulang Kurban ke Freezer, Ini Alasannya

Banyak orang langsung menumpuk tulang kurban ke freezer setelah pembagian. Padahal, kebiasaan ini bisa membuat tulang cepat rusak kualitasnya dan sulit diolah.

Akun Instagram @idntimes

Saat menerima daging kurban, banyak orang fokus menyimpan bagian daging, sementara tulang sering langsung dilempar begitu saja ke dalam freezer.

Padahal, kebiasaan memasukkan tulang kurban secara langsung tanpa persiapan justru bisa membuat kualitasnya menurun dan menyulitkan saat ingin dimasak nanti.

Bukan berarti tulang tidak boleh dibekukan, tetapi ada urutan penyimpanan yang lebih disarankan agar tetap higienis, awet, dan mudah digunakan untuk sop, rawon, kaldu, atau iga bakar.

Salah satu kesalahan paling umum adalah memasukkan semua tulang ke dalam satu kantong besar lalu membekukannya sekaligus.

Akibatnya, tulang membeku menjadi satu bongkahan besar yang sulit dipisahkan ketika ingin digunakan atau dikonsumsi.

Tidak sedikit orang akhirnya harus mencairkan seluruh isi plastik meski hanya membutuhkan sedikit bagian untuk memasak.

Kondisi ini membuat kualitas penyimpanan menurun karena bahan yang sudah dicairkan sebaiknya tidak berulang kali dibekukan kembali.

Alasan lain kenapa tulang kurban jangan langsung masuk freezer adalah kondisi tulang yang masih hangat, lembap, atau bercampur sisa darah setelah proses pemotongan.

Beberapa panduan penyimpanan pangan menyarankan bahan pangan segar tidak langsung ditumpuk sembarangan di freezer, melainkan dipersiapkan terlebih dahulu agar tekstur dan kualitasnya lebih terjaga.

Tulang sebaiknya dipotong sesuai ukuran masak, dipisah per porsi, lalu dikeringkan dari kelembapan berlebih sebelum disimpan dalam wadah tertutup atau plastik kedap udara.

Banyak sumber kuliner dan keamanan pangan justru menyarankan tulang atau daging yang tidak langsung dimasak sebaiknya tidak dicuci terlebih dahulu karena kelembapan tambahan dapat mempercepat penurunan kualitas penyimpanan.

Jika ada serpihan darah atau kotoran kasar, cukup dibersihkan seperlunya atau ditiriskan hingga benar-benar tidak basah sebelum dikemas.

Cara yang lebih praktis adalah membagi tulang berdasarkan kebutuhan sekali masak misalnya, satu wadah khusus untuk sop iga, satu untuk kaldu, dan satu lagi untuk sumsum.

Selain menghemat ruang, metode ini memudahkan saat memasak karena tidak perlu mencairkan seluruh stok daging sekaligus.

Banyak orang juga mulai memberi label tanggal simpan agar isi freezer lebih tertata dan tidak lupa kapan bahan mulai disimpan.

Jadi, maksud dari anjuran jangan langsung masukkan tulang ke freezer bukan berarti tulang tersebut tidak boleh dibekukan.

Yang dimaksud adalah jangan asal memasukkan tulang dalam kondisi bercampur, basah, dan tanpa diporsikan dengan sedikit persiapan sebelum dibekukan, tulang kurban bisa tetap awet, lebih mudah diolah, dan rasa kaldunya tetap maksimal saat dimasak nanti.(EN)***