Harga cabai rawit kembali membuat banyak orang mengelus dada setelah Idul Adha dan pada akhir Mei 2026, harga cabai rawit merah secara rata-rata nasional tercatat menembus Rp82.450 per kilogram, menjadikannya salah satu komoditas pangan dengan harga tertinggi di tingkat pedagang eceran.
Kenaikan ini terjadi ketika masyarakat mulai meningkatkan belanja kebutuhan dapur untuk persiapan hari besar, sehingga permintaan terhadap bahan masakan ikut meningkat.
Data tersebut berasal dari pemantauan harga pangan nasional yang dirilis pada Sabtu, 30 Mei 2026 melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional milik Bank Indonesia.
Tidak hanya cabai rawit merah, beberapa jenis cabai lain juga bergerak naik tetapi harga cabai merah besar tercatat berada di sekitar Rp73.050 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting mencapai sekitar Rp69.600 per kilogram.
Di sisi lain, cabai rawit hijau masih bertahan di kisaran Rp53 ribuan per kilogram dan dengan kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan harga tidak hanya terjadi pada satu komoditas, melainkan hampir merata pada kelompok hortikultura tertentu.
Lalu, kenapa harga cabai rawit bisa kembali melonjak? Salah satu penyebab yang sering terjadi menjelang hari besar adalah meningkatnya permintaan rumah tangga dan pelaku usaha makanan.
Setelah Idul Adha, kebutuhan bumbu dapur biasanya ikut naik karena masyarakat mulai menyiapkan olahan berbahan daging, mulai dari sate, gulai, hingga sambal pendamping.
Ketika permintaan meningkat lebih cepat dibanding pasokan di pasar, harga biasanya ikut bergerak naik sehingga, fluktuasi pasokan hasil panen dan distribusi antarwilayah juga kerap memengaruhi harga cabai yang dikenal sensitif terhadap cuaca.
Menariknya, bukan hanya cabai yang bergerak tetapi data yang sama juga menunjukkan harga telur ayam ras berada di sekitar Rp30.500 per kilogram, sementara harga daging sapi kualitas I masih bertahan di kisaran Rp150 ribuan per kilogram.
Bawang merah juga masih berada pada level cukup tinggi, sehingga biaya belanja dapur rumah tangga ikut terasa lebih berat dibanding biasanya.
Meski begitu, kondisi harga pangan nasional tidak seluruhnya mengalami kenaikan dan ada beberapa laporan harga pangan menjelang Idul Adha, sebagian kategori beras justru menunjukkan kecenderungan lebih stabil bahkan turun tipis di sejumlah kategori.
Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan harga pangan sangat dipengaruhi jenis komoditas dan kondisi pasokan masing-masing.
Bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga merasa kenaikan harga cabai rawit sering terasa paling cepat karena digunakan hampir setiap hari di dapur.
Tidak sedikit orang mulai mengurangi pembelian atau memilih cabai dalam jumlah lebih sedikit agar pengeluaran tetap terkendali.
Karena itu, isu harga cabai rawit Rp82 ribu diperkirakan masih menjadi perhatian sampai pasokan kembali membaik atau permintaan mulai menurun setelah momentum hari besar selesai. (EN)***
























Leave a Reply