Koordinator lapangan demonstrasi baru-baru ini menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) atas tuduhan fitnah dan informasi yang tidak akurat. Dalam klarifikasinya, koordinator tersebut mengakui bahwa masyarakat salah memahami informasi yang salah. Permintaan maaf ini dibuat untuk memperbaiki gambaran yang salah dan menyelesaikan masalah yang disebabkan oleh pemberitaan yang salah. Menurutnya, demonstrasi itu hanya untuk menyuarakan aspirasi, tetapi beberapa informasi yang disampaikan selama demonstrasi tidak sesuai dengan kenyataan. Ia menekankan betapa pentingnya menjaga keakuratan informasi untuk mempertahankan kepercayaan publik dan mengurangi efek negatif dari kesalahan.