BANGUN IDE – NTB Update – Pemerintah Provinsi NTB meluruskan informasi yang beredar terkait harga cabai rawit merah yang disebut-sebut menembus Rp200 ribu per kilogram di Pulau Lombok.
Melalui Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, pemerintah menegaskan bahwa memang terjadi kenaikan harga, namun bersifat fluktuatif dan tidak merata di seluruh pasar.
Berdasarkan data resmi Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok serta hasil penelusuran lapangan, harga cabai rawit merah di Pasar Mandalika Bertais sempat berada di angka Rp100 ribu per kilogram, naik bertahap hingga Rp170 ribu, dan kembali turun ke kisaran Rp120 ribu pada Jum’at, 20 Februari 2026.
Sementara di Pasar Masbagik dan Pasar Paok Motong, Lombok Timur, serta Pasar Renteng Praya, Lombok Tengah, harga masih berada di kisaran Rp120 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. Adapun harga Rp200 ribu per kilogram hanya ditemukan di satu titik di Kota Mataram, yakni Pasar Dasan Agung, dan tidak terjadi di pasar-pasar lainnya.
Menurut Aka, sapaan akrabnya, angka Rp200 ribu yang ramai diperbincangkan publik umumnya berasal dari harga pedagang keliling yang menjual Rp50 ribu per seperempat kilogram. Jika dikalkulasikan, memang setara Rp200 ribu per kilogram, namun itu bukan harga rata-rata pasar.
“Kami perlu meluruskan agar masyarakat mendapat gambaran yang utuh. Ada kenaikan, iya. Tapi tidak merata dan tidak berlangsung di semua pasar,” tegas Aka.
Kenaikan harga disebut dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan menjelang Ramadhan, kondisi panen yang belum merata akibat cuaca, serta dinamika distribusi. Situasi ini dinilai sebagai pola musiman yang hampir selalu terjadi setiap tahun.
Pemprov NTB mengajak seluruh pelaku usaha untuk menjaga stabilitas harga dan tidak menaikkan harga secara tidak wajar. Pemerintah juga terus melakukan pemantauan harian serta menyiapkan langkah intervensi seperti pasar murah dan penguatan distribusi bila diperlukan.
NTB Update mencatat, Pemprov NTB memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan tetap menjadi prioritas, serta mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan berbelanja secara bijak menjelang Ramadhan.
























Leave a Reply