
Bangun Ide – – Pada hari senin lalu, Okinawa menggelar sebuah acara yang ditujukan untuk mengenang dan membagikan pelajaran yang didapat saat perang dunia kedua, khususnya The Battle of Okinawa. Acara ini sekaligus memperingati 80 years since the Battle of Okinawa.
Semenjak akhir dari perang dunia kedua, Jepang memang aktif dalam menyuarakan dampak negatif dari perang skala besar.
Oleh karena itu, Jepang sering mengadapakan perayaan dalam rangka perdamaian dunia. Salah satunya adalah peringatan 80 tahun pertempuran Okinawa.
Acara ini menandakan akhir dari pertempuran berdarah di Okinawa yang merenggut nyawa sebanyak 200,000 jiwa, terdiri dari tentara dan juga warga sipil.
Acara ini dihadiri oleh perdana menteri Shigeru Ishiba dan Pemerintahan Kota Okinawa Denny Tamaki, keduanya menghadiri upacara di Memorial Park Itoman yang menjadi lokasi terakhir pertempuran Okinawa.
“Tugas kita saat ini adalah menjaga dan melestarikan pelajaran yang didapat dari pertempuran ini kepada generasi selanjutnya,” ucap Tamaki.
Sebelum acara dimulai keluarga dan korban perang dipersilahkan untuk memberikan penghormatan di Itoman Cornerstone of Peace.
Pertempuran Okinawa adalah pertempuran berdarah yang terjadi dari bulan Maret hingga Juni 1945, pertempuran memakan banyak korban jiwa tidak sedikit dari mereka adalah warga sipil yang tidak bersalah.
Setelah Jepang kalah, Okinawa masuk ke dalam administrasi Amerika Serikat hingga tahun 1972. Harapannya warisan dari pertempuran Okinawa ini dapat menjadi himbauan kepada dunia untuk menjaga perdamaian. (ALF)***
























Leave a Reply