Perdebatan Tambah Naturalisasi Baru Mencuat, Aris Budi: Strategi yang Tak Membantu!

Kekalahan telak Timnas Indonesia 0-6 dari Jepang menimbulkan perdebatan tentang opsi penambahan pemain naturalisasi. Aris Budi justru berikan tanggapan seperti ini!

Kekalahan telak Timnas Indonesia 0-6 dari Jepang memicu diskusi sengit mengenai opsi penambahan pemain naturalisasi.

Banyak pihak berpendapat bahwa mendatangkan pemain diaspora berkualitas tinggi dapat meningkatkan daya saing skuad Garuda, terutama untuk menghadapi putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan target utama lolos ke putaran final di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Namun, mantan bek Arema FC, Aris Budi Prasetiyo, memiliki pandangan yang berbeda. Menurutnya, PSSI tidak perlu terburu-buru menambah pemain naturalisasi baru karena materi pemain yang ada saat ini sudah cukup kompetitif.

Ia yakin bahwa Patrick Kluivert, pelatih Timnas saat ini, hanya perlu mematangkan program latihan dan taktik permainan yang tepat untuk memaksimalkan potensi skuad.

Dampak Pemain Baru yang Tidak Selalu Positif

Aris Budi Prasetiyo juga menyoroti bahwa kehadiran pemain baru tidak selalu memberikan dampak positif yang signifikan terhadap performa tim.

Ia mencontohkan saat Shin Tae-yong masih melatih, masuknya pemain seperti Mees Hilgers dan Eliano Reijnders dalam pertandingan melawan Bahrain dan China tidak serta-merta membuat tim menyatu.

“Pemain baru tidak bisa dijamin langsung menyatu dengan rekannya dan permainan tim,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa hal serupa terjadi pada gelombang naturalisasi berikutnya yang melibatkan Kevin Diks, Joey Pelupessy, dan Dean James.

Pentingnya Membentuk Karakter dan Kerjasama Tim

Pemain Terbaik Copa Indonesia 2006 ini lebih menekankan pada pembentukan karakter dan kerjasama tim oleh Patrick Kluivert.

“Kekurangan Timnas Indonesia terletak pada karakter tim dan game plan yang belum solid. Menurut saya, inilah yang harus diperkuat untuk putaran keempat nanti,” jelasnya.

Selain itu, Aris Budi Prasetiyo juga menyoroti aspek psikologis pemain diaspora yang telah lebih dulu bergabung.

Ia menyarankan PSSI untuk mempertimbangkan perasaan mereka. “Meskipun mereka profesional, mereka tetap manusia yang bisa merasa tersisih jika tidak dimainkan. Terlebih lagi, kualitas dan semangat juang mereka sudah terbukti sejak putaran kedua dan di Piala Asia bersama Shin Tae-yong,” pungkasnya.(JC)***