Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, di era pemerintahan Presiden Donald Trump, dilaporkan tengah mempertimbangkan sebuah tawaran tidak lazim untuk mengadakan kompetisi televisi.
Program ini akan melibatkan para imigran, di mana pemenangnya akan memperoleh status kewarganegaraan AS.
Tricia McLaughlin, juru bicara departemen, menyebutkan kepada The New York Times bahwa gagasan tersebut merupakan bentuk “perayaan menjadi warga Amerika.”
Ia menjelaskan bahwa acara tersebut akan menampilkan berbagai tantangan yang merefleksikan nilai-nilai dan budaya Amerika.
Dalam pernyataannya, McLaughlin menyampaikan, “Kita perlu membangkitkan kembali semangat patriotisme serta tanggung jawab sebagai warga negara. Kami terbuka untuk meninjau ide-ide kreatif seperti ini, meskipun saat ini belum ada keputusan resmi terkait persetujuan maupun penolakannya.”
Menurut laporan The Guardian, ide acara ini berasal dari Rob Worsoff, produser dan penulis asal Kanada yang dikenal lewat reality show Duck Dynasty, yang memiliki penggemar besar di kalangan pendukung Trump.
Worsoff menjelaskan dalam wawancara dengan The New York Times bahwa inspirasi program ini berasal dari pengalamannya dalam proses memperoleh kewarganegaraan AS.
Salah satu tantangan yang ia bayangkan dalam acara ini adalah merakit dan meluncurkan roket.
The Wall Street Journal juga meninjau dokumen presentasi sebanyak 36 halaman yang menggambarkan konsep acara tersebut.
Disebutkan bahwa Worsoff telah mengajukan ide ini sejak masa pemerintahan Obama hingga pemerintahan Biden.
Proposal tersebut merinci bahwa tiap episode berdurasi satu jam, dimulai dengan peserta imigran yang tiba di Pulau Ellis—gerbang masuk historis bagi jutaan pendatang ke Amerika.
Beberapa tantangan lain termasuk lomba pencarian emas di San Francisco dan kompetisi merakit mobil di jalur perakitan di Detroit.
Program ini akan diakhiri dengan satu peserta yang secara resmi disumpah menjadi warga negara AS.
Worsoff menegaskan kepada The Journal, “Ini bukan The Hunger Games versi imigran.” Ia menekankan bahwa peserta yang tidak menang tidak akan dideportasi. “Bukan seperti: Kalau kalah, Anda akan dikirim pulang naik kapal.”
Munculnya wacana acara ini berbarengan dengan kebijakan keras Donald Trump terhadap imigran, pengungsi, dan pemegang izin tinggal sementara.
Dalam beberapa kejadian, bahkan anak-anak dari warga negara AS turut dideportasi bersama orang tua mereka yang tidak memiliki dokumen resmi.(JC)***
























Leave a Reply