Dalam Lawatannya ke Indonesia, Bill Gates Sampaikan Hal yang Mengejutkan!

Bill Gates, sang pendiri Microsoft sekaligus tokoh dermawan, baru-baru ini melakukan kunjungan ke Indonesia dan bertemu Presiden RI, Prabowo Subianto, pada Rabu (7/5).

Dalam kesempatan tersebut, Gates mengungkapkan rencana untuk mengadakan uji coba vaksin tuberkulosis (TBC) di Indonesia melalui organisasi amal miliknya, The Gates Foundation.

Namun, setelah lawatannya itu, Gates membuat pengumuman mengejutkan melalui blog pribadinya yang dipublikasikan pada Kamis (8/5) waktu setempat.

Dalam tulisan tersebut, ia secara terbuka menyatakan bahwa The Gates Foundation akan berhenti beroperasi secara permanen pada akhir tahun 2045.

Selain itu, Gates juga menyampaikan niatnya untuk menyumbangkan 99% dari total kekayaannya.

“Saya memutuskan untuk mempercepat proses penyumbangan kekayaan saya kepada masyarakat. Dalam kurun waktu 20 tahun ke depan, hampir seluruh harta saya akan didistribusikan melalui The Gates Foundation untuk membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dunia,” tulis Gates dalam blog tersebut, yang dikutip pada Jumat (9/5/2025).
Ia juga menyebutkan, “Per 31 Desember 2045, yayasan ini akan ditutup secara permanen.”

Pernyataan tersebut berbeda dari rencana awal yang disusun Gates bersama mantan istrinya, Melinda, ketika mendirikan yayasan tersebut pada tahun 2000.

Awalnya, mereka berencana agar yayasan tetap berjalan beberapa dekade setelah Gates wafat. Namun, pemikirannya berubah dalam beberapa tahun terakhir.

“Beberapa waktu lalu, saya mulai meninjau ulang strategi ini. Atas saran dari dewan yayasan, saya kini yakin bahwa tujuan yayasan bisa dicapai dalam waktu yang lebih singkat, terutama jika kami meningkatkan pendanaan utama dan memberikan kepastian kepada mitra-mitra kami,” jelas Gates.

Selama 25 tahun berdiri, yayasan tersebut, dengan dukungan dari Warren Buffet, telah menggelontorkan lebih dari US$100 miliar dalam bentuk donasi.

Dalam dua dekade mendatang, Gates berniat menggandakan angka tersebut. Meski jumlah pastinya akan bergantung pada kondisi pasar dan inflasi, ia menargetkan akan menyumbangkan lebih dari US$200 miliar sebelum tahun 2045 berakhir.

“Jumlah itu mencakup aset dana abadi serta donasi yang akan saya berikan di masa depan,” ujarnya.

Gates menyatakan bahwa keputusan ini merupakan hasil perenungan mendalam menjelang ulang tahun ke-25 yayasannya.

Ia juga mengenang kontribusi ayahnya, yang saat ini telah berusia 100 tahun dan turut membantunya mendirikan yayasan tersebut.

“Microsoft akan mencapai usia 50 tahun dan saya sendiri akan genap berusia 70 tahun pada Oktober nanti,” kata Gates.

Ia mengakui bahwa usianya kini setara dengan kebanyakan orang yang sudah pensiun. Meski begitu, ia mengaku belum siap untuk sepenuhnya berhenti dari aktivitas produktif.

“Saya bersyukur masih punya semangat untuk bangun setiap pagi dan bekerja. Saya ingin terus mengisi hari-hari saya dengan berdiskusi strategi, bertemu mitra, dan melakukan perjalanan sambil terus belajar selama saya mampu,” ungkapnya.

Gates kembali menekankan bahwa misi utama dari yayasannya adalah menjunjung prinsip bahwa tempat dan kondisi kelahiran seseorang tidak seharusnya membatasi peluang hidup mereka.

“Saya antusias melihat bagaimana fase berikutnya dari yayasan ini akan membawa dunia lebih dekat menuju masa depan di mana setiap orang, di mana pun mereka berada, memiliki kesempatan untuk hidup sehat dan produktif,” pungkasnya.(JC)***