Isu mengenai rencana penawaran umum perdana saham (IPO) dari anak perusahaan emiten yang memiliki keterkaitan dengan para taipan besar di Indonesia menjadi sorotan menarik bagi pelaku pasar.
Hal ini tidak lepas dari rekam jejak yang menunjukkan bahwa saham-saham tersebut sering mengalami lonjakan harga yang signifikan setelah melantai di bursa.
Sebagai contoh, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), perusahaan yang berkaitan dengan konglomerat Prajogo Pangestu, mencatatkan performa luar biasa pada saat IPO di tahun 2023.
Saham BREN dalam waktu singkat mengalami kenaikan berlipat ganda, bahkan sempat menggeser posisi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar tertinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya dalam kurun waktu tiga bulan.
Keberhasilan tersebut membuat investor semakin antusias dalam mengamati potensi IPO dari perusahaan-perusahaan lain yang juga berada dalam lingkup konglomerasi besar.
Salah satu kabar yang tengah mencuri perhatian adalah rencana IPO dari anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), yakni PT Chandra Daya Investasi (CDI).
Menanggapi rumor ini, manajemen TPIA akhirnya memberikan pernyataan resmi melalui keterbukaan informasi di BEI.
Mereka mengonfirmasi bahwa pihaknya memang tengah menjajaki kemungkinan untuk melaksanakan IPO atas anak usahanya tersebut.
Namun, rencana ini masih dalam tahap pembahasan internal dan belum memasuki tahap finalisasi.
PT Chandra Daya Investasi diketahui berfokus pada sektor investasi, khususnya di bidang infrastruktur.
Menurut manajemen, lini bisnis infrastruktur memiliki potensi pertumbuhan yang menjanjikan sehingga CDI dianggap sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan Chandra Asri Group di masa depan.
Mereka juga menegaskan bahwa proses IPO nantinya akan mengikuti seluruh regulasi pasar modal yang berlaku.
Untuk mendukung proses IPO, CDI direncanakan akan menggandeng dua perusahaan penjamin emisi ternama, yakni Henan Putihrai Sekuritas dan BNI Sekuritas.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat persiapan IPO serta menarik minat investor secara luas.
Selain kabar IPO, baru-baru ini terjadi aksi korporasi penting yang melibatkan CDI. Berdasarkan laporan BEI tertanggal 24 April 2025, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) bersama anak usahanya, PT Griya Idola (GI), melakukan pengalihan seluruh kepemilikan saham di PT Barito Investama Prima (BIP) kepada Grup Chandra Asri Pacific melalui CDI.
Dalam transaksi tersebut, BRPT yang sebelumnya memiliki 99,95% saham BIP, atau setara 20.390 lembar senilai Rp 20,39 miliar, serta GI yang memegang sepuluh lembar saham senilai Rp 10 juta, secara keseluruhan menjual saham mereka kepada CDI dan satu entitas lainnya, BPN.
Alhasil, setelah transaksi ini selesai, CDI menjadi pemegang saham utama BIP dengan kepemilikan 20.399 saham atau 99,99%, sementara BPN menguasai satu lembar saham senilai Rp 1 juta, mewakili 0,01%.
Langkah ini menunjukkan keseriusan CDI dalam memperkuat posisinya sebagai entitas investasi strategis di sektor infrastruktur nasional, sekaligus membuka jalan menuju potensi pertumbuhan melalui mekanisme IPO.(JC)***
























Leave a Reply