Kuliner Berkuah Asal Lombok Ini Dikenal sebagai Penambah Tenaga! Ternyata Terbuat dari Bahan Ini

Tak hanya pesona alam dan berbagai tradisi adat, Lombok juga dikenal dengan sajian kulinernya yang menggugah selera. Termasuk sajian ini!

Lombok menjadi destinasi yang sangat layak dikunjungi berkat pesona alamnya yang luar biasa indah.

Tak hanya itu, pulau ini juga masih memelihara berbagai tradisi adat yang unik dan penuh makna, yang akan terasa menghibur dan menarik jika kita memahami filosofi di baliknya.

Selain panorama alam dan kekayaan budayanya, Lombok juga dikenal dengan sajian kulinernya yang menggugah selera.

Hidangan khas daerah ini mampu memikat siapa saja yang mencobanya. Salah satu makanan tradisional yang banyak disukai wisatawan adalah Bebalung.

Di Kota Mataram, tepatnya di Jl. HOS Cokroaminoto, terdapat sebuah rumah makan legendaris bernama Depot Kelebet yang berlokasi di belakang kantor Gubernur NTB.

Warung makan ini dikelola oleh Bu Hj. Wasiah, yang ternyata adalah ibu dari salah satu pegawai RRI Mataram.

Resep Bebalung andalan milik beliau kini telah diwariskan kepada anak cucunya dan terus dijaga keasliannya.

Bebalung, yang kerap disebut juga sebagai sop tulang, menjadi menu utama yang ditawarkan di depot ini.

Sebagian orang mungkin menyangka bahwa Bebalung mirip dengan gulai atau soto daging, padahal sajian ini memiliki karakteristik dan makna tersendiri.

Dalam bahasa Sasak, “bebalung” berarti “tenaga”, sehingga masyarakat lokal meyakini bahwa mengonsumsi makanan ini dapat meningkatkan energi dan vitalitas.

Bahkan, Bebalung dipercaya memiliki manfaat kesehatan, khususnya dalam menambah stamina tubuh dan mencegah kelelahan.

Tak hanya menjadi santapan harian, Bebalung juga menjadi hidangan penting yang selalu disajikan dalam acara-acara adat atau hajatan.

Mungkin karena dipercaya memiliki khasiat tersebut, makanan ini dianggap istimewa. Tempat makannya memang sederhana—tanpa hiasan atau desain mencolok—hanya terdiri dari meja panjang dan beberapa kursi.

Sajian Bebalung disuguhkan dalam mangkuk, dilengkapi taburan bawang merah goreng dan nasi putih.

Bagi pencinta rasa pedas, sambal bisa ditambahkan sesuai selera. Hidangan ini paling nikmat dinikmati selagi panas, terlebih ketika perut sedang lapar—dijamin nafsu makan meningkat.

Cukup dengan merogoh kocek sekitar tiga puluh ribu rupiah, pengunjung sudah bisa menikmati cita rasa khas Bebalung di Depot Kelebet.

Keunikan lain dari Bebalung di tempat ini terletak pada tekstur dagingnya yang sangat empuk, sehingga mudah dipisahkan dari tulangnya meski tanpa banyak tenaga.

Namun, jika datang terlalu siang, jangan kecewa jika sudah kehabisan, karena menu ini sangat diminati dan cepat ludes.(JC)***