Lebaran di Arab Saudi vs Indonesia: Tradisi, Perayaan, dan Perbedaan yang Harus Anda Ketahui!

Lebaran di Arab Saudi vs Indonesia: Perbedaan tradisi, makanan khas, dan budaya Idul Fitri yang unik di kedua negara!

Pexels/Sami Abdullah

Lebaran di Arab Saudi: Apakah Sama dengan di Indonesia?

Lebaran atau Idul Fitri adalah momen yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Namun, cara perayaannya bisa berbeda di setiap negara, termasuk antara Arab Saudi dan Indonesia. Lantas, apakah Lebaran di Arab Saudi sama dengan di Indonesia? Berikut perbandingan tradisi dan kebiasaan di kedua negara.

Penentuan Idul Fitri: Arab Saudi Selalu Lebih Awal?

Salah satu perbedaan utama antara Arab Saudi dan Indonesia adalah penentuan hari Lebaran. Arab Saudi menggunakan metode rukyat hilal global, yang berarti jika hilal terlihat di wilayahnya, maka seluruh negara langsung menetapkan Idul Fitri.

Sementara itu, Indonesia mengombinasikan metode hisab dan rukyat lokal, sehingga sering kali Lebaran di Indonesia jatuh sehari setelah Arab Saudi.

Tradisi Salat Id dan Kunjungan Keluarga

Di Arab Saudi, salat Idul Fitri dilakukan di masjid-masjid besar dan tanah lapang, mirip dengan di Indonesia. Namun, yang membedakan adalah suasananya. Di Arab Saudi, setelah salat Id, kebanyakan orang langsung kembali ke rumah untuk merayakan bersama keluarga. Sementara di Indonesia, masyarakat biasanya berkeliling ke rumah tetangga untuk sungkem dan halal bihalal, sebuah tradisi yang tidak umum di Arab Saudi.

Makanan Khas Lebaran

Makanan khas Lebaran juga menjadi perbedaan yang mencolok. Di Indonesia, Lebaran identik dengan ketupat, opor ayam, rendang, dan kue kering. Sementara di Arab Saudi, menu khas Idul Fitri adalah kabsa (nasi berbumbu dengan daging), sambosa, dan laban (susu fermentasi). Tradisi makan bersama juga lebih sederhana dibandingkan dengan hidangan melimpah di Indonesia.

Tunjangan Hari Raya (THR) dan Hadiah Lebaran

Di Indonesia, pekerja biasanya mendapatkan THR (Tunjangan Hari Raya) sebelum Lebaran. Tradisi ini tidak berlaku di Arab Saudi. Sebagai gantinya, keluarga di Arab Saudi sering memberikan eidiya atau uang Lebaran kepada anak-anak, mirip dengan tradisi angpao di Indonesia.

Mudik dan Mobilitas Masyarakat

Mudik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Lebaran di Indonesia. Jutaan orang pulang ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga besar. Di Arab Saudi, mobilitas masyarakat saat Lebaran tidak sepadat di Indonesia, karena mayoritas penduduknya tinggal di kota yang sama dengan keluarganya.

Meski sama-sama merayakan Idul Fitri dengan penuh suka cita, Lebaran di Arab Saudi dan Indonesia memiliki perbedaan dalam hal penentuan hari raya, makanan khas, tradisi setelah salat Id, dan budaya pemberian hadiah.

Jika di Indonesia Lebaran lebih meriah dengan tradisi mudik dan halal bihalal, di Arab Saudi suasananya lebih sederhana dan fokus pada ibadah serta kebersamaan keluarga.(ALF)***