Lima Budaya Jepang yang Menarik, Ada yang Mirip dengan Indonesia!

Jepang sangat menjaga kelestarian budaya tradisional mereka. Budaya apa saja yang menarik minat wisatawan?

Jepang adalah salah satu negara di Asia yang kaya akan budaya tradisional. Beberapa di antaranya begitu terkenal hingga menarik perhatian wisatawan mancanegara.

Meskipun Jepang merupakan negara maju, mereka tetap mempertahankan kebudayaan yang telah ada selama puluhan hingga ratusan tahun. Beberapa tradisi yang masih populer hingga kini antara lain upacara minum teh dan sumo.

Harus diakui, Jepang sangat menjaga kelestarian budaya tradisional mereka. Inilah yang membuat budaya Jepang dikenal hingga ke berbagai negara.

Lalu, budaya apa saja yang menarik minat wisatawan? Simak ulasannya berikut ini.

Budaya Jepang yang Menarik Perhatian Wisatawan

Bagi travelers yang berencana mengunjungi Jepang, mengikuti tur budaya adalah salah satu cara terbaik untuk mengenal lebih dalam tentang tradisi setempat. Selain menambah wawasan, pengalaman ini juga membuat perjalanan semakin berkesan.

Berdasarkan informasi dari situs Go With Guide dan Inside Japan Tours, berikut beberapa budaya Jepang yang banyak menarik perhatian turis asing:

1. Upacara Minum Teh

Tradisi pertama yang menarik wisatawan adalah upacara minum teh. Teh merupakan bagian penting dari budaya Jepang, sehingga mereka memiliki ritual khusus dalam menikmatinya.

Upacara minum teh bertujuan untuk menciptakan ketenangan batin dan mengurangi stres. Banyak wisatawan yang datang ke Jepang untuk merasakan pengalaman ini.

Sambil menikmati aneka camilan manis, mereka juga bisa belajar mengenai sejarah dan makna dari upacara minum teh di Jepang.

2. Geisha

Geisha adalah seniman wanita yang mempertunjukkan seni tradisional Jepang, seperti menyanyi, menari, dan memainkan alat musik untuk menghibur tamu saat makan dan minum.

Banyak geisha yang tinggal dan bekerja di Gion, sebuah kawasan bersejarah di Kyoto yang terkenal dengan keindahan dan tradisinya.

Namun, wisatawan harus berhati-hati karena ada larangan mengambil foto atau merekam geisha tanpa izin. Jika melanggar, mereka bisa dikenakan denda hingga 10.000 yen atau sekitar Rp 1,1 juta.

3. Sumo

Sumo awalnya merupakan ritual Shinto yang dilakukan untuk menghormati para dewa. Namun, seiring waktu, sumo berkembang menjadi olahraga yang sangat populer.

Pertandingan sumo berlangsung di dalam lingkaran yang disebut dohyo. Sebelum bertanding, para pegulat melakukan ritual shiko, yaitu melompat dan menendang ke udara.

Dalam pertarungan, pegulat sumo akan saling bergulat hingga salah satu dari mereka terjatuh atau terdorong keluar dari dohyo.

4. Hanami

Hanami adalah tradisi menikmati keindahan bunga, terutama bunga sakura. Oleh karena itu, musim semi menjadi waktu yang ideal untuk berkunjung ke Jepang.

Beberapa tempat favorit untuk hanami adalah taman kota, halaman kastil, serta tepi sungai. Tradisi ini dapat dilakukan pada siang maupun malam hari.

Hanami digelar setiap tahun di seluruh Jepang, dimulai dari Prefektur Okinawa di selatan pada Februari, kemudian berlanjut ke Hokkaido di utara hingga Mei.

Waktu mekarnya bunga sakura dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti musim dingin yang ekstrem, cuaca yang tidak menentu, dan curah hujan yang tinggi.

5. Onsen

Onsen adalah tradisi berendam di air panas alami tanpa mengenakan pakaian. Kebiasaan ini sangat populer di kalangan wisatawan.

Dalam bahasa Jepang, “onsen” berarti sumber air panas. Air panas alami ini dipercaya memiliki khasiat penyembuhan dan dianggap suci dalam ajaran Shinto. Oleh karena itu, berendam di onsen telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Jepang.

Agar dapat disebut sebagai onsen, mata air harus memiliki suhu di atas 25 derajat Celsius serta mengandung mineral dengan kadar tertentu. Ada beberapa aturan yang harus dipatuhi saat berendam di onsen:

  • Masuk ke dalam bak onsen secara perlahan
  • Tidak menggunakan ponsel
  • Melepas semua pakaian
  • Tidak menatap orang lain
  • Dilarang melakukan tindakan tidak senonoh
  • Tidak diperbolehkan mengonsumsi alkohol
  • Wanita yang sedang haid tidak disarankan untuk berendam di onsen

Salah satu wilayah dengan jumlah onsen terbanyak di Jepang adalah Prefektur Hokkaido.(JC)***